Bagaimana Cuti Bisa Meningkatkan Produktivitas Kerja Karyawan?

Share on facebook
Share on linkedin
Share on whatsapp
Table of Contents

Bagaimana cuti bisa meningkatkan produktivitas kerja? Pasti kamu akan heran setelah menemukan pertanyaan tersebut. Bagaimana mungkin cuti, yang pada dasarnya adalah sebuah ‘liburan’ dari pekerjaan, dapat meningkatkan produktivitas kerja. Namun faktanya, karyawan yang telah terlalu sibuk bekerja akan menghasilkan pekerjaan yang lebih baik setelah melakukan cuti.

Melalui artikel ini, kamu akan mempelajari bagaimana cuti bisa meningkatkan produktivitas kerja, apa saja alasan yang dapat membuat hal tersebut terjadi. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Bagaimana Cuti Bisa Meningkatkan Produktivitas?

Cuti Bisa Meningkatkan Produktivitas

Sebuah studi yang dilakukan oleh Society for Human Resources Management (SHRM) mengukur pengaruh waktu liburan (cuti) terhadap produktivitas karyawan. Studi tersebut menemukan bahwa karyawan yang mengambil cuti menunjukkan tingkat produktivitas yang lebih tinggi, semangat kerja yang meningkat, dan kepuasan kerja yang meningkat.

Studi tersebut juga menemukan bahwa:

  • Cuti meningkatkan produktivitas karyawan: Lebih dari tiga dari empat talent leader (77%) percaya bahwa karyawan yang menggunakan waktu liburannya akan lebih produktif daripada mereka yang tidak.
  • Karyawan yang mengambil sebagian besar atau seluruh waktu cutinya lebih bahagia dalam pekerjaannya: Sebagian besar manajer sumber daya manusia (78%) mengatakan bahwa memanfaatkan waktu cuti yang tersedia dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan.
  • Memanfaatkan waktu cuti yang tersedia menghasilkan tenaga kerja yang bahagia dan termotivasi: Sembilan dari 10 responden (90%) setuju bahwa waktu cuti karyawan merupakan komponen penting dalam mempertahankan budaya perusahaan yang positif.

Dampak memanfaatkan waktu cuti terhadap kesehatan mental seseorang sangat besar. Kebanyakan orang memiliki perspektif hidup yang lebih baik dan lebih termotivasi untuk mencapai tujuan mereka setelah memanfaatkan waktu cutinya, meskipun waktu tersebut hanya berlangsung selama 24 jam atau mengambil jatah cutinya satu hari saja.

Pada tahun 2006, firma akuntan Ernst & Young melakukan studi internal terhadap karyawannya. Mereka menemukan bahwa untuk setiap tambahan 10 jam waktu cuti yang diambil karyawan, peringkat kinerja akhir tahun mereka dari supervisor (pada skala satu sampai lima) meningkat sebesar 8%.

Selain itu juga, sudah ada banyak sekali studi yang menunjukkan bahwa pria yang tidak mengambil waktu cuti secara teratur akan memiliki kemungkinan 32% lebih besar untuk terkena serangan jantung daripada mereka yang melakukannya. Lebih parahnya, wanita yang tidak mengambil waktu cuti memiliki kemungkinan 50% lebih besar untuk terkena serangan jantung jika mereka tidak berlibur.

Kesehatan karyawan tentu saja sangat berpengaruh terhadap produktivitas yang mereka hasilkan. Makin baik kondisi kesehatan karyawan, baik dari segi mental atau fisik, maka hasil kerja yang mereka hasilkan juga akan lebih cepat dan lebih baik.

Baca juga: Mengenal Performance Management Agar Kinerja Karyawan Dapat Ditingkatkan

3 Manfaat Cuti untuk Meningkatkan Produktivitas Karyawan

Manfaat Cuti untuk Meningkatkan Produktivitas Karyawan

Setiap perusahaan bersaing untuk mendapatkan karyawan yang berbakat, tetapi tidak setiap perusahaan menawarkan cuti berbayar, apalagi cuti wajib. Janji work life balance dan cuti yang harus digunakan karyawan dapat menumbuhkan budaya perusahaan dan produktivitas yang sehat. Berikut ini adalah beberapa manfaat cuti untuk meningkatkan produktivitas karyawan.

1. Merangsang Inovasi Karyawan

Waktu istirahat dari aktivitas kerja yang dilakukan setiap harinya dan kesempatan untuk melihat dunia melalui lensa yang berbeda dapat merangsang inovasi dan kreativitas dari karyawan. Pada waktu cuti, karyawan dapat menjelajahi ruang lingkup dan potensi bakat bawaan mereka serta membuat ‘jus’ kreatif mereka mengalir.

Pendiri Instagram, Kevin Systrom, memiliki ide untuk memulai platform media sosial tersebut saat sedang berlibur di Meksiko. Drew Houston, pencipta Dropbox, juga mengonsep ide Dropbox saat melakukan tur keliling dunia. Bentuk inovasi selanjutnya untuk perusahaan kamu mungkin saja akan tercipta saat karyawan sedang bersantai di liburannya.

fitur

2. Meredakan Burnout

Bekerja selama berjam-jam setiap harinya akan menjadi sangat melelahkan, dan terkadang, tubuh kita tidak dapat menahan stres kerja yang sudah menumpuk. Sudah menjadi rahasia umum bahwa karyawan yang lelah dan burnout akan membuat lebih banyak kesalahan. Itu sebabnya pilot dan pengemudi truk jarak jauh memiliki batas jam kerjanya dalam sehari atau selama beberapa hari.

Waktu cuti dapat memberi karyawan kesempatan untuk bersantai dan mengisi ulang tenaganya. Baik ketika karyawan pergi ke luar kota. pergi ke luar negeri, atau menikmati waktu di rumah bersama keluarga dan teman, hari-hari libur itu memungkinkan mereka untuk mengisi ulang sumber daya mental dan fisik mereka.

Tanpa kewajiban di tempat kerja dan tekanan sehari-hari lainnya untuk selalu fokus, mereka dapat memperoleh perspektif baru dan kembali segar serta siap untuk menangani tanggung jawab pekerjaan mereka lagi. Selain itu, waktu cuti yang diberikan juga dapat berdampak positif pada tingkat retensi karyawan.

Baca juga: Mengenal Apa Itu HR Metrics dan Fungsinya Bagi Perusahaan

3. Meningkatkan Kesehatan Karyawan

Dilansir dari Forbes, sebuah studi menunjukkan bahwa karyawan dapat tidur lebih nyenyak dan memiliki suasana hati yang lebih baik setelah melakukan cuti, dan efeknya masih terasa bahkan lebih dari sebulan setelah mereka kembali. Studi lain menunjukkan bahwa waktu cuti, terutama yang diambil di waktu dengan iklim yang lebih hangat, menghasilkan peningkatan produktivitas dan mengurangi kelelahan bagi karyawan.

Ketika kesehatan karyawan terjaga, maka perusahaan juga lah yang akan mendapatkan manfaatnya. Makin baik kesehatan karyawan, maka akan makin baik pula pekerjaan yang dihasilkannya. Selain itu, ketika karyawan sakit, maka produktivitas perusahaan juga akan terganggu karena mereka tidak akan dapat bekerja.

Jadi, jika ditanya bagaimana cuti bisa meningkatkan produktivitas kerja, maka kamu dapat memberikan jawaban-jawaban di atas. Untuk memudahkan proses cuti dari perusahaan, kamu dapat menggunakan StaffAny karena memiliki fitur pengajuan cuti agar prosesnya menjadi jauh lebih mudah. Untuk informasi lebih lanjut, klik di sini!

bagaimana cuti bisa meningkatkan produktivitas, Bagaimana Cuti Bisa Meningkatkan Produktivitas Kerja Karyawan?

StaffAny merupakan perusahaan teknologi yang berfokus pada bidang HR. Kami percaya proses digitalisasi HR untuk beragam kebutuhan industri ritel sangat berperan dalam proses percepatan bisnis dan menjaga kualitas produk.

Like this article?

Share on facebook
Share on Facebook
Share on linkedin
Share on LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Human Capital Development adalah

Apa itu Human Capital Development?

Human capital development adalah salah satu aspek yang sangat penting untuk mengembangkan bisnis. Tanpa adanya human capital development yang baik, perusahaan akan kesulitan untuk melakukan

Read More »

Leave a comment