Mengenal Arti Take Home Pay Lebih Dalam

Share on facebook
Share on linkedin
Share on whatsapp

Sebagai pekerja, kamu pasti tidak asing dengan sebutan take home pay saat menerima gaji sebagai bayaran atas segala pekerjaan yang kamu selesaikan. Namun apakah kamu tahu apa arti take home pay? Hal ini tidak sama dengan upah pokok yang diterima setiap bulannya, keduanya merupakan hal yang berbeda. 

Bagi beberapa pemilik usaha, informasi seperti ini wajib untuk diketahui sebagai langkah untuk mengapresiasi kinerja para karyawan. Agar tidak makin bingung, simak penjelasan mengenai take home pay di bawah ini.

Apa Itu Arti Take Home Pay?

apa itu take home pay

Take home pay adalah gaji yang diterima oleh karyawan sesuai dengan hasil kerjanya. Berbeda dengan gaji pokok, take home pay merupakan jumlah akhir yang diterima setelah dihitung dengan bonus serta tunjangan tertentu yang ditetapkan perusahaan dan dikurangi jumlah pengeluaran pokok seperti pajak, iuran kesehatan, dan lain lain. 

Singkatnya, take home pay merupakan gaji bersih yang diterima pekerja setiap bulannya. Besaran jumlah bonus dan potongan umumnya disampaikan pada saat dilakukan penandatanganan kontrak dengan perusahaan. Tunjangan pada setiap perusahaan pun berbeda-beda. Berikut merupakan penjelasan lengkap seputar take home pay.

Apa Perbedaan Gaji Pokok Dengan Take Home Pay?

Dalam peraturan perundang-undangan pun telah dijelaskan bahwa gaji pokok dan take home pay adalah dua hal yang berbeda. Perbedaan gaji pokok dan take home pay dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. Perbedaan Perhitungan

Menurut  Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja No 7 Tahun 1990 tentang Pengelompokan Upah, Gaji pokok adalah upah dasar yang dibayarkan perusahaan sesuai dengan tingkatan atau jenis pekerjaan yang nominalnya disetujui oleh pekerja dan perusahaan. 

Sedangkan take home pay merupakan jumlah keseluruhan gaji yang diterima termasuk apabila terdapat bonus yang ditambahkan serta pengeluaran tetap karyawan yang dikurangi dari jumlah keseluruhan gaji. 

  1. Perbedaan Jumlah

Besaran gaji pokok yang disepakati kedua belah pihak memiliki nominal yang tetap setiap bulannya. Perusahaan diwajibkan memberikan gaji pokok dengan ketentuan nominal berada di atas upah minimum daerah perusahaan, apalagi jika tidak diberikan tunjangan pokok. Apabila terdapat tunjangan pokok, nominal gaji minimal 75 persen dari upah minimum setempat.

Sedangkan take home pay diterima dengan nominal yang berbeda-beda, bergantung pada komponen dalam gaji seperti nominal bonus serta tunjangan lain yang diterima dan pengurangan pada pengeluaran pokok pekerja yang berkaitan dengan perusahaan.

3 Komponen Dalam Take Home Pay

komponen take home pay

Untuk menghitung total akhir take home pay, setiap perusahaan memiliki aturan masing-masing. Namun, terdapat 3 komponen utama dalam perhitungan jumlah take home pay. Komponen tersebut ialah:

  1. Gaji Pokok

Gaji pokok merupakan nilai pasti dalam komponen perhitungan karena merupakan pendapatan yang didapatkan setiap bulan. Gaji pokok merupakan komponen terbesar pada perhitungan take home pay.

  1. Tunjangan dan Bonus

Tunjangan dan bonus merupakan pendapatan insidental yang didapatkan dengan kondisi tertentu. Sebagai contoh tunjangan hari raya, bonus lembur, tunjangan perangkat kerja, dan masih banyak lagi. Pendapatan tambahan ini diberikan sesuai dengan ketetapan dan aturan perusahaan. Makin banyak tunjangan atau bonus yang diterima, maka jumlah take home pay juga dapat bertambah.

  1. Pemotongan Gaji

Pemotongan gaji dilakukan perusahaan bukan tanpa alasan. Hal ini digunakan sebagai pembayaran atas pajak penghasilan, iuran asuransi kesehatan, bahkan dana pensiun. Banyaknya komponen pemotongan gaji ditentukan oleh kebijakan perusahaan. Pemotongan gaji menentukan jumlah akhir take home pay yang kamu terima.

Cara Menghitung Take Home Pay Karyawan Secara Efisien

menghitung take home pay

Setelah uraian di atas menjelaskan mengenai take home pay, kamu menjadi lebih tahu mengenai hal ini. Lalu bagaimana cara menghitung jumlah take home pay?

Dalam menghitung jumlah take home pay, kamu harus mengetahui terlebih dahulu informasi seputar 3 komponen yang telah dijelaskan sebelumnya. Pastikan besaran nominal pada tunjangan, bonus, serta pengeluaran pokok karyawan sudah valid. Bila seluruh komponen telah didapatkan nominalnya, kamu dapat menghitung jumlah take home pay kamu dengan rumus:

(Gaji pokok + jumlah tunjangan) – (Pajak penghasilan + iuran asuransi kesehatan + pengeluaran pokok karyawan lainnya bila ada) 

Apabila masih mengalami kebingungan, perhatikan contoh kasus di bawah ini:

Ani bekerja pada perusahaan makanan dengan gaji pokok sebesar Rp4.000.000. Dalam satu hari, Ani harus bekerja selama 8 jam. Bila Ani bekerja lebih dari 8 jam, maka ia mendapatkan bonus lembur sebesar Rp50.000 setiap jamnya. Pada perusahaan tempat Ani bekerja terdapat iuran wajib yang harus dibayarkan, yaitu asuransi kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan masing-masing sebesar Rp150.000.

Pada bulan April, Ani bekerja lembur dengan waktu 10 jam selama satu bulan. Maka take home pay yang diterima Ani dihitung sebagai berikut

Bonus lembur: 10 x 50.000 = 500.000

   (4.000.000 + 500.000) – (150.000 + 150.000) 

= 4.500.000 – 300.000 

= 4.200.000

Dalam kasus ini, nominal gaji pokok Ani termasuk pada kelompok penghasilan tidak kena pajak atau PTKP. Dengan demikian, jumlah take home pay yang dibayarkan perusahaan kepada Ani sebesar Rp4.200.000.

Demikian informasi serta penjelasan singkat mengenai arti take home pay dan cara menghitungnya. Sebagai pelaku usaha, kamu mungkin akan merasa kesulitan dalam menentukan jumlah gaji apalagi beberapa dinilai dengan ketentuan waktu. Smart timesheet bisa jadi solusinya. 

Dengan fitur dari StaffAny, perhitungan lembur, kinerja kerja, dan data pekerjaan lainnya otomatis tercatat dalam satu genggaman. Selain itu, StaffAny juga menyediakan page baru yaitu template generator secara gratis yang dapat memudahkan pekerjaan pembuatan slip gaji perusahaan kamu. Hubungi StaffAny sekarang juga.

arti take home pay, Mengenal Arti Take Home Pay Lebih Dalam

StaffAny merupakan perusahaan teknologi yang berfokus pada bidang HR. Kami percaya proses digitalisasi HR untuk beragam kebutuhan industri ritel sangat berperan dalam proses percepatan bisnis dan menjaga kualitas produk.

Like this article?

Share on facebook
Share on Facebook
Share on linkedin
Share on LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a comment