Penting, Cara Menghitung Gaji Pokok Karyawan

Share on facebook
Share on linkedin
Share on whatsapp
Table of Contents

Apakah kamu belum mengetahui cara menghitung gaji pokok? Sebagai pemilik usaha, kamu berkewajiban untuk memberikan upah atau gaji pokok kepada karyawan secara berkala. Dalam praktiknya, ada banyak variabel yang memengaruhi besaran gaji pokok yang didapatkan oleh karyawan.

Melalui artikel ini, kamu akan mendapatkan penjelasan lengkap mengenai apa itu gaji pokok serta bagaimana cara menghitung gaji pokok yang benar. Mari simak selengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Gaji Pokok?

Gaji pokok merupakan salah satu komponen pembayaran berkala dari perusahaan atau pemilik bisnis lainnya kepada karyawan berdasarkan posisi, pekerjaan, dan beberapa faktor lainnya. Setiap karyawan yang bekerja di dalam sebuah perusahaan atau bisnis lainnya berhak mendapatkan gaji, dan perusahaan atau pemilik bisnis wajib memberikan gaji kepada karyawannya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, upah adalah hak karyawan yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari perusahaan atau pemberi kerja kepada karyawan yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang-undangan, termasuk tunjangan bagi karyawan dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang dilakukan.

Gaji pokok sendiri merupakan salah satu komponen dasar dalam upah yang dibayarkan oleh perusahaan kepada karyawan. Dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, besaran gaji pokok sedikit-dikitnya harus mencapai 75% dari jumlah gaji pokok dan tunjangan tetap yang didapatkan secara berkala oleh karyawan.

Baca juga: Ketahui Cara Membuat Slip Gaji Online dengan Mudah

Banner Blog

Beda Gaji Pokok dengan Take Home Pay

Gaji pokok dan take home pay merupakan dua hal yang berbeda. Take home pay sendiri adalah jumlah pendapatan bersih yang diterima (atau yang dibawa pulang) oleh karyawan setelah dikurangi pajak, tunjangan, dan komponen upah lainnya. Sederhananya, take home pay adalah jumlah upah yang diterima karyawan.

Berbeda dengan take home pay, gaji pokok adalah jumlah upah yang sudah ditentukan sebelumnya dan tidak akan memiliki perubahan nilai. Di dalam take home pay, gaji pokok sendiri memang merupakan salah satu komponen perhitungannya. Jadi, gaji pokok kamu akan ditambah dan/atau dikurangi dengan tunjangan, pajak, dan lain sebagainya untuk mendapatkan jumlah take home pay.

Komponen Perhitungan Take Home Pay

Terdapat beberapa komponen yang akan menjadi pertimbangan mengenai jumlah take home pay yang seorang karyawan dapatkan, seperti gaji pokok, tunjangan, potongan, uang lembur, dan lain sebagainya. Selain gaji pokok, setiap komponen tersebut dapat memiliki nilai yang berbeda setiap bulannya. Oleh karena itu, take home pay seorang karyawan biasanya jumlahnya akan berbeda setiap bulannya.

Baca juga: Wajib Tahu! Cara Menghitung THR Karyawan Tetap

Contoh Perhitungan Take Home Pay

Untuk menghitung jumlah take home pay, Anda dapat menggunakan perhitungan di bawah ini:

Take Home Pay = (Gaji Pokok + Tunjangan + Bonus) – (Potongan Gaji)

Agar dapat lebih memahami perbedaan antara gaji pokok dan take home pay, mari simak contoh perhitungannya di bawah ini!

Nana adalah seorang karyawan di perusahaan A yang memiliki gaji pokok sebesar 5 juta. Selain gaji pokok, Nana juga mendapatkan tunjangan tetap untuk transportasi, laptop, dan internet yang bernilai 750 ribu setiap bulannya.

Pada minggu lalu, Nana mengambil lembut dan mendapatkan uang tambahan sebesar 250 ribu. Namun, Nana tidak sengaja merusak salah satu alat yang ada di kantor dan mendapatkan denda sebesar 500 ribu.

Baca juga: Mengenal Arti Take Home Pay Lebih Dalam

Untuk pajak penghasilan, kantor Nana sudah menanggung semuanya, jadi Nana tidak akan mendapatkan pengurangan pajak dari jumlah take home pay yang didapatkannya. Akan tetapi, Nana harus membayar iuran BPJS setiap bulannya sebesar 100 ribu.

Berdasarkan data di atas, jumlah take home pay yang akan Nana dapatkan adalah sebagai berikut,

  1. Gaji pokok: 5.000.000
  2. Tunjangan tetap: 750.000
  3. Uang lembur: 250,000 (dapat dimasukkan sebagai bonus)
  4. Denda: 500.000 (dapat dimasukkan sebagai potongan gaji)
  5. Iuran BPJS: 100.000 (dapat dimasukkan sebagai potongan gaji)
  6. Take Home Pay = (5.000.000 + 750.000 + 250.000) – (500.000 + 100.000) = 6.000.000 – 600.000 = 5.400.000

Jadi, jumlah take home pay yang didapatkan oleh Nana adalah sebesar 5,4 juta. Jika saja Nana tidak merusak alat di kantor, maka Nana bisa mendapatkan take home pay sebesar 5,9 juta. Sudah paham kan bagaimana perhitungan take home pay?

Baca juga: 8 Tips Meningkatkan Engagement Karyawan Anda

Cara Menghitung Gaji Pokok

Gaji pokok seorang karyawan akan ditentukan oleh perusahaan ketika lolos proses interview dan sudah masuk proses offering. Di dalam proses tersebut, biasanya perusahaan akan menawarkan jumlah take home pay yang bisa didapatkan beserta memberikan rincian mengenai komponennya, termasuk gaji pokok.

Nantinya, calon karyawan dapat menegosiasikan mengenai komponen gaji yang didapatkan. Jika calon karyawan merasa bahwa gaji pokok atau tunjangan yang diberikan masih terlalu kecil, maka calon karyawan tinggal negosiasikan saja dengan pihak perusahaan (biasanya diwakili oleh pihak Human Resource).

Biasanya, ada beberapa faktor yang memengaruhi jumlah gaji pokok yang didapatkan oleh calon karyawan, antara lain:

  1. Pengalaman kerja,
  2. Kemampuan perusahaan,
  3. Posisi pekerjaan,
  4. Latar belakang pendidikan,
  5. Dan masih banyak lagi.

Apabila kamu membutuhkan alat untuk mempermudah urusan pemberian gaji, yuk gunakan saja slip gaji online gratis dari StaffAny. Selain itu, kami juga menyediakan banyak fitur lain untuk mempermudah pekerjaan HR, seperti absensi, pengajuan cuti, dan masih banyak lagi. Jika tertarik, langsung saja dapatkan aplikasi kami di sini!

cara menghitung gaji pokok, Penting, Cara Menghitung Gaji Pokok Karyawan

StaffAny merupakan perusahaan teknologi yang berfokus pada bidang HR. Kami percaya proses digitalisasi HR untuk beragam kebutuhan industri ritel sangat berperan dalam proses percepatan bisnis dan menjaga kualitas produk.

Like this article?

Share on facebook
Share on Facebook
Share on linkedin
Share on LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a comment