Inilah 7 Tujuan Pelatihan Kerja bagi Produktivitas Karyawan

Table of Contents

Sudah menjadi kewajiban perusahaan untuk memberikan pelatihan kerja atau training kepada karyawannya. Namun pelatihan tersebut tidak hanya sekadar formalitas belaka, alias perusahaan atau divisi sumber daya manusia perlu mengetahui apa saja tujuan pelatihan kerja secara holistik agar sasaran yang ditetapkan mudah diukur.

Apa saja dampak positif dari mengadakan program pelatihan terhadap kinerja karyawan? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini.

Pengertian Pelatihan kerja

Pelatihan kerja karyawan adalah suatu proses di mana suatu organisasi memberikan pendidikan atau pelatihan tertentu kepada karyawannya agar dapat meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan dalam pekerjaan mereka.

Kemudian pelatihan kerja dapat dilakukan untuk berbagai tujuan, seperti meningkatkan produktivitas, meningkatkan kualitas produk atau layanan, meningkatkan keterampilan dan pengetahuan karyawan, atau untuk memenuhi persyaratan hukum atau peraturan.

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, menyebutkan bahwa pelatihan karyawan adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan atau pekerjaan.

Baca juga: 10 Cara Meningkatkan Kualitas Karyawan yang Wajib Dipelajari

Tujuan Pelatihan Kerja bagi Karyawan

Umumnya pelatihan kerja bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin dan kinerja karyawan. Untuk mengetahui lebih rinci, berikut penjelasan mengenai pengaruh dari pelatihan kerja yang diselenggarakan secara berkala terhadap peningkatan kinerja karyawan.

1. Meningkatkan Kepercayaan Diri Karyawan

Tujuan pelatihan kerja yang pertama adalah meningkatkan kepercayaan diri karyawan khususnya mengenai pembelajaran skill atau keterampilan tertentu. Alhasil, mereka akan menghasilkan performa yang lebih baik karena telah memiliki ilmu atau pengetahuan tentang keterampilan yang diperlukan selama bekerja. Dampak ini makin signifikan apabila karyawan kembali mempelajari materi yang diajarkan setelah pelatihan kerja selesai.

2. Meningkatkan Produktivitas

Pelatihan kerja juga bertujuan untuk meningkatkan produktivitas karyawan selama bekerja. Peningkatan produktivitas ini tentu berpengaruh pada hasil atau output pekerjaannya. Karyawan juga memiliki manajemen waktu yang efektif sehingga mereka akan lebih fokus dalam menyelesaikan pekerjaannya. Kinerja karyawan pun meningkat karena produktivitasnya bertambah dan mereka bisa memberikan kontribusi yang cukup besar untuk timnya.

Baca juga: Mengenal Performance Management Agar Kinerja Karyawan Dapat Ditingkatkan

3. Memperluas Kesempatan Berkembang

Tujuan berikutnya dari pelatihan kerja adalah memperluas kesempatan bagi karyawan untuk mengembangkan kariernya di dunia profesional. Apabila karyawan berhasil menyelesaikan pelatihan, mereka akan merasa puas dan makin termotivasi untuk bekerja di perusahaan.

Faktor inilah yang bisa meningkatkan kinerja karyawan. Tidak hanya itu, karyawan juga bisa menambahkan skill yang dipelajari dalam Curriculum Vitae (CV) mereka sehingga bisa mendapatkan peluang kerja yang lebih besar.

Tujuan Pelatihan Kerja bagi Produktivitas Karyawan

4. Berani Mencoba Hal Baru

Karyawan akan mendapatkan ilmu, pelajaran, dan pengalaman baru selepas mengikuti pelatihan kerja di tempat mereka bekerja . Tidak hanya itu, mereka juga berani mencoba dan menerapkan hal baru tersebut dalam tugas atau pekerjaan yang dilakukan. Karyawan pun menemukan strategi baru dalam menyelesaikan masalah terkait pekerjaannya serta mendapatkan ide dan inovasi yang berguna untuk pengembangan perusahaan.

5. Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan

Pada dasarnya, training bertujuan untuk mengasah pengetahuan dan keterampilan (skill) yang diperlukan oleh karyawan selama bekerja. Skill dan pengetahuan yang lebih mumpuni tentu akan meningkatkan kinerja karyawan sehingga menghasilkan output kerja yang lebih baik. Mereka juga mampu mencapai target pekerjaan yang lebih tinggi sehingga memiliki prestasi yang baik selama bekerja.

6. Mampu Membantu Rekan Kerja

Pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki hendaknya dibagikan pula kepada orang lain. Begitu pula dalam lingkungan kerja, karyawan bisa membantu rekan kerja yang lain dalam pekerjaannya jika memiliki keterampilan yang mumpuni. Karyawan bisa saling membagikan ilmu atau pengalaman seputar skill bersama rekan kerjanya melalui kegiatan pelatihan.

7. Mempersiapkan Karyawan untuk Posisi Kepemimpinan

Tujuan berikut dari pelatihan kerja adalah dapat menjadi sarana untuk mempersiapkan karyawan untuk menduduki posisi kepemimpinan. Karyawan akan dilatih menjadi pemimpin yang bertalenta dan mampu mengayomi bawahannya pada masa depan kelak. Selain itu, calon pemimpin juga harus berpikir kritis dan mampu mencari solusi untuk memecahkan masalah di lingkungan kerja.

8. Membantu Memecahkan Masalah Operasional

Terakhir, tujuan dari pelatihan kerja adalah untuk melatih karyawan memecahkan masalah operasional perusahaan. Manajemen perusahaan terkadang memerlukan keterlibatan langsung karyawan dalam pemecahan masalah.

Namun, tak jarang pula karyawan tidak memberikan solusi apapun meski hadir dalam diskusi atau rapat. Di sinilah pelatihan diharapkan bisa menjadi cara untuk meningkatkan kompetensi karyawan

Baca juga: 8 Tips Meningkatkan Engagement Karyawan Anda

Jenis-jenis Pelatihan Kerja Karyawan

Manfaat pelatihan yang telah dijelaskan di atas pasti membuatmu tertarik mengadakan program pelatihan di perusahaan. Ada lima bentuk pilihan yang bisa diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan karyawanmu. Apa saja bentuknya?

1. Pelatihan Keterampilan (Skill)

Pelatihan ini berguna untuk mengasah hard skill ataupun soft skill yang diperlukan dalam pekerjaan. Setiap divisi perusahaan pasti membutuhkan jenis hard skill yang berbeda, tetapi soft skill yang diperlukan hampir sama. Contohnya, sekretaris perusahaan harus menguasai Microsoft Excel, sementara tim digital marketing harus mempelajari social media marketing. Namun, mereka membutuhkan soft skill yang sama, seperti komunikasi dan manajemen.

2. Pelatihan Tim

Pelatihan ini bertujuan untuk melatih kemampuan karyawan ketika bekerja dalam tim. Karyawan akan memahami pentingnya komunikasi dan kerja sama tim yang baik untuk mencapai tujuan bersama. Hasilnya, kolaborasi antar karyawan pun meningkat sehingga mereka menghasilkan kinerja yang baik selama bekerja.

3. Pelatihan Teknologi

Seluruh kegiatan operasional perusahaan sudah membutuhkan teknologi pada saat ini. Oleh karena itu, karyawan harus mengikuti pelatihan teknologi agar mereka menguasai teknologi yang dibutuhkan dalam perusahaan. Perusahaan bisa mengejar perkembangan pasar yang pesat apabila karyawannya memahami penggunaan teknologi.

Baca juga: Kenali 10 Jenis Pelatihan dan Pengembangan SDM

4. Pelatihan Bahasa

Globalisasi memungkinkan sebuah perusahaan untuk memasarkan produknya di luar negeri. Kamu dapat mengadakan pelatihan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, agar karyawan bisa meningkatkan kemampuannya di bidang tersebut. Perusahaan memiliki peluang yang besar di pasar global jika karyawannya memiliki kemampuan bahasa asing yang mumpuni.

5. Pelatihan Kreativitas

Pelatihan kreativitas sangat diperlukan agar karyawan bisa menghasilkan berbagai ide dan gagasan yang rasional. Karyawan pun mampu menghasilkan solusi yang kreatif ketika menghadapi masalah dalam pekerjaannya. Seluruh ide, gagasan, dan solusi tersebut sangat bermanfaat untuk kemajuan perusahaan.

Lima bentuk pelatihan kerja di atas bisa menjadi pilihan terbaik untuk diselenggarakan di perusahaan kamu. Jangan lupa untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan karyawan agar kamu bisa mengadakan pelatihan secara tepat sasaran. Kinerja karyawanmu akan meningkat secara perlahan karena telah mendapatkan manfaat dari pelatihan yang telah disebutkan di atas.

Pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan ternyata sangat besar, bukan? Namun, kinerja karyawan saja tidak cukup menjadi indikator prestasi mereka. Kamu juga harus menilai kedisiplinan karyawan ketika mereka datang tepat waktu ke tempat mereka bekerja 

Masalahnya, bagaimana jika tempat mereka bekerja masih menerapkan sistem absensi manual? Agar memudahkan usaha kamu, segeralah  beralih ke  aplikasi absen karyawan gratis kami  untuk melacak ketepatan waktu mereka setiap saat. Karyawan pun bisa mengisi absensi tanpa perlu menulis secara manual atau melihat waktu karena fitur absensi yang StaffAny gunakan sudah berbasis WiFi, Geotag, dan Geofence. Jadi, tidak ada lagi pencurian waktu oleh karyawan  yang membuat waktu kerja menjadi kurang efektif.

Hubungi kami sekarang juga melalui WhatsApp dan cobalah free trial StaffAny agar kamu bisa merasakan manfaatnya. Tingkatkan efisiensi dalam mengisi kehadiran hanya bersama StaffAny.

Like this article?

Share on Facebook
Share on LinkedIn
WhatsApp

Related article

Leave a comment