Memahami Pengertian Budaya Kerja Perusahaan

Share on facebook
Share on linkedin
Share on whatsapp

Budaya kerja perusahaan menjadi salah satu alasan kamu menerima tawaran pekerjaan, bukan? Ya, generasi milenial saat ini memang mendambakan budaya kerja yang positif dalam suatu perusahaan. Namun, apakah kamu sudah memahami pengertian budaya kerja serta fungsinya?

StaffAny akan menjelaskan seluk-beluk mengenai budaya kerja di artikel ini. Kamu juga akan mengetahui kiat membangun budaya kerja positif yang bisa diterapkan dalam perusahaan. Yuk, baca artikel ini sampai selesai.

Pengertian Budaya Kerja

Budaya kerja (work culture) adalah hasil cipta, rasa, dan karsa manusia yang dikembangkan dalam perusahaan demi menyerasikan aktivitas, sikap, dan perilaku manusia di lingkungan kerja sehingga terbentuk suasana positif.

Budaya kerja terbentuk dalam nilai (value), karakteristik, serta atribut suatu perusahaan yang diamalkan oleh karyawannya. Artinya, budaya kerja merupakan pedoman bagi karyawan dan pimpinannya dalam bersikap serta berperilaku di lingkungan kerja.

Contoh budaya kerja bermacam-macam, bisa berupa suasana kerja, misi, gaya kepemimpinan, value atau nilai, etika, harapan, dan tujuan perusahaan tersebut.

Baca juga: 6 Cara Mengatasi Lingkungan Kerja Toxic

pengertian budaya kerja

Tujuan Dibentuknya Budaya Kerja

Perusahaan memiliki alasan kuat ketika membentuk budaya kerja. Lingkungan kerja terdiri dari berbagai karyawan atau tenaga kerja dengan berbagai kepribadian. Budaya kerja hadir menjadi pedoman dan penyelaras karakteristik karyawan yang berbeda-beda tersebut.

Selain itu, perusahaan juga memiliki tujuan sendiri dalam membangun budaya kerja. Apa saja tujuan mereka?

  1. Membangun ciri khas suatu perusahaan yang menjadi pembeda dengan perusahaan atau lingkungan kerja lainnya.
  2. Menyatukan komitmen karyawan perusahaan sehingga mereka bisa bekerja sesuai visi dan misi perusahaan. Karyawan pun diharapkan tidak bekerja berdasarkan kepentingan pribadinya.
  3. Menciptakan keselarasan dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab dalam perusahaan.
  4. Mempererat hubungan profesional antara karyawan dalam perusahaan.

Fungsi Budaya Kerja

Budaya kerja di perusahaan diciptakan karena memiliki fungsi besar dalam perusahaan atau lingkungan kerja. Apa saja fungsinya?

  1. Menciptakan stabilitas sistem sosial supaya lingkungan kerja lebih positif selama bekerja dan menyelesaikan masalah.
  2. Mengatur sikap dan perilaku sumber daya manusia perusahaan supaya selaras dengan nilai perusahaan.
  3. Menyatukan sumber daya manusia perusahan dari berbagai latar belakang budaya.
  4. Menyelesaikan masalah-masalah pokok perusahaan, seperti adaptasi terhadap lingkungan eksternal (industri atau pasar) dan integrasi internal anggotanya.
  5. Menjadi sarana komunikasi antara karyawan dengan atasan, bawaha, dan rekan kerjanya.
  6. Meningkatkan produktivitas sebuah perusahaan secara efektif.
  7. Mempermudah proses pertukaran ide, cita, pendapat, dan ilmu di kalangan sumber daya manusia.

4 Jenis Budaya Kerja

Setiap perusahaan memiliki jenis budaya kerja yang berbeda-beda. Kamu perlu mengetahui jenis budaya tersebut ketika mencari pekerjaan. Ada empat jenis budaya yang dikenal di dunia, yaitu:

jenis budaya kerja

1. Budaya Klan

Jenis budaya kerja ini membuat lingkungan kerja menjadi tempat yang bersahabat bagi anggotanya. Karyawan diibaratkan sebagai satu keluarga besar saling berpartisipasi secara aktif. Budaya klan menekankan teamwork serta komunikasi yang baik.

2. Budaya Hierarki

Jenis budaya kerja ini menciptakan lingkungan kerja dengan hierarchy culture yang formal dan terstruktur. Sesuai namanya, kontrol perusahaan hierarki berada di tangan orang-orang dengan jabatan tertinggi karena pengalaman dan kemampuannya. Aturan hierarki yang berlaku bersifat tegas, tetapi tepat sasaran dan mampu mencapai tujuan perusahaan.

Baca juga: Mengenal Performance Management Agar Kinerja Karyawan Dapat Ditingkatkan

3. Budaya Pasar

Jenis budaya ini terbentuk dari dinamika kompetisi perusahaan di pasar (market). Perusahaan dengan budaya ini berambisi mencetak ranking teratas dalam penjualan dibandingkan kompetitornya sembari mengharapkan hasil terbaik. Anggota perusahaan pun harus tangguh sehingga mereka bisa mencapai tujuan tersebut.

4. Budaya Adhokrasi

Budaya kerja terakhir ini banyak diterapkan oleh perusahaan start-up demi menyongsong Revolusi Industri 4.0. Kunci utamanya terletak pada inovasi dalam menciptakan peningkatan struktur hidup manusia pada masa depan. Anggota perusahaan didorong untuk berpikir kreatif demi terwujudnya inovasi tersebut. Jenis budaya kerja ini dianggap sebagai budaya kerja paling baik untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi pada perusahaan.

7 Tips Membangun Budaya Kerja yang Positif

Positif atau negatifnya suatu budaya kerja tidak dinilai dari empat jenis di atas. Kamu mungkin beranggapan budaya kerja hierarki bersifat negatif karena karyawannya merasa dikekang. Anggapan tersebut belum tentu benar, bisa jadi perusahaan tersebut memiliki budaya kerja yang positif karena memperhatikan kesejahteraan karyawan.

Budaya kerja yang baik terlihat dari bagaimana kamu membangunnya. StaffAny memiliki lima tips menciptakan budaya kerja positif di perusahaanmu.

membangun budaya kerja

1. Bangun Kepercayaan

Seorang pemimpin harus membangun hubungan berdasarkan kepercayaan dengan karyawannya. Kepercayaan tersebut dibangun dari komunikasi yang jujur dan baik. Meskipun ada fakta pahit mengenai perusahaan, kamu harus berani membicarakannya. Sikap tersebut membuat tingkat kepercayaan karyawan makin bertambah terhadapmu.

Baca juga: Mengenal Pengertian Motivasi Kerja dan Tips Meningkatkannya

2. Bangun Keterlibatan Karyawan

Dalam budaya kerja yang positif, tidak ada karyawan yang merasa ditinggalkan. Mereka semua harus terlibat penuh supaya mereka merasa puas lingkungan kerjanya. Kamu bisa membangun keterlibatan mereka melalui aktivitas kantor yang mampu mendorong karyawan untuk berpartisipasi.

3. Kembangkan Budaya Apresiasi

Karyawan mana pun pasti merasa senang apabila mendapatkan apresiasi atau feedback positif. Kamu sebagai pemimpin bisa menginisiasi budaya ini dengan mengapresiasi karyawan atas pencapaian dan kerja kerasnya. Mulailah dari hal-hal sederhana, seperti mengakui kerja kerasnya di forum atau rapat kantor.

4. Terapkan Work-Life Balance

Lingkungan kerja yang positif pasti menghargai work-life balance karyawannya. Usai bekerja di kantor, karyawan ingin menikmati waktu senggang untuk bersantai atau mengembangkan potensinya. Terapkan prinsip tersebut melalui beberapa tindakan sederhana, seperti tidak mengirim pesan tentang pekerjaan di luar jam kerja.

5. Prioritaskan Kesehatan Karyawan

Karyawan yang sehat secara fisik, mental, dan emosional berguna sangat dibutuhkan di lingkungan kerja. Kondisi kesehatan yang prima membuat karyawan lebih bersemangat sehingga mampu menciptakan budaya kerja yang positif. Karena itu, kamu harus mengutamakan kesehatan dan keamanan mereka selama bekerja.

6. Bangun Gaya Kepemimpinan yang Baik

Pemimpin dituntut memberikan contoh yang baik kepada karyawan perusahaan yang berada di bawahnya. Oleh sebab itu, sebuah perusahaan tidak akan bisa membangun budaya kerja yang baik tanpa pemimpin yang baik pula. Bayangkan saja, budaya kerja adhokrasi yang mengutamakan pertukaran ide segar pasti akan sulit terbentuk apabila sosok pemimpin organisasinya memiliki gaya kepemimpinan yang keras dan sangat autoritatif.

Jadi, pastikan sosok kepemimpinan perusahaanmu memiliki sifat yang sesuai dengan fondasi budaya kerja yang hendak dibangun. Dengan gaya kepemimpinan yang baik, karyawan perusahaan pasti akan merasa lebih nyaman saat bekerja dan integrasi budaya kerja pun lebih mudah terjadi.

Baca juga: 5 Metode Penilaian Kinerja Secara Adil

7. Mempekerjakan Sumber Daya Manusia yang Tepat

Pembentukan budaya kerja di perusahaan tidak terlepas dari aspek sumber daya manusia. Tanpa karyawan yang baik, maka budaya kerja yang baik pun akan sulit terbentuk.

Dalam merekrut karyawan, bagian manajemen sumber daya manusia harus selektif dalam memilih kandidat. Sikap, sifat, dan cara bekerja kandidat yang dipilih harus yang benar-benar sesuai dengan budaya sebuah perusahaan.

Kamu pasti sudah memahami pengertian budaya kerja, fungsi, serta tips membangunnya setelah membaca artikel di atas. Dalam mengimplementasikan budaya kerja, kamu bisa memotivasi karyawan agar mereka mau berjalan bersama mewujudkan visi dan misi perusahaan. 

Gunakan aplikasi HRD StaffAny untuk memantau kinerja karyawan dalam satu aplikasi, mulai dari pengaturan jadwal masuk kerja, scheduling, timesheet, hingga pengajuan cuti. Hubungi kami melalui WhatsApp untuk informasi lebih lanjut mengenai software kami. 

pengertian budaya kerja, Memahami Pengertian Budaya Kerja Perusahaan

StaffAny merupakan perusahaan teknologi yang berfokus pada bidang HR. Kami percaya proses digitalisasi HR untuk beragam kebutuhan industri ritel sangat berperan dalam proses percepatan bisnis dan menjaga kualitas produk.

Like this article?

Share on facebook
Share on Facebook
Share on linkedin
Share on LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a comment