Ketahui Cara Perhitungan Pesangon Pensiun

Share on facebook
Share on linkedin
Share on whatsapp

Apakah kamu sudah punya rencana pensiun pada masa depan? Kamu akan mendapatkan pesangon pensiun yang bisa menjadi bekal untuk menghidupi hari tuamu. Sama seperti pesangon PHK, sistem perhitungan pesangon pensiun pun diatur pula dalam hukum Indonesia.

Tidak ada salahnya mengetahui informasi tentang pesangon pensiun meski kamu masih bekerja saat ini. Kamu juga bisa memperkirakan jumlah pesangon yang akan diterima nantinya, Baca artikel StaffAny ini sampai selesai untuk mengetahuinya.

Apa Itu Uang Pesangon Pensiun?

apa itu pesangon pensiun

Pesangon pensiun adalah sejumlah dana yang dibayarkan oleh perusahaan kepada pekerja yang telah mengakhiri masa baktinya karena pensiun. Masa pensiun sendiri terjadi karena karyawan tidak mampu lagi bekerja karena faktor usia yang berlanjut.

Ketika pekerja telah memasuki masa pensiun, perusahaan berhak untuk memberhentikan mereka. Namun, hak tersebut harus disertai kewajiban untuk membayar uang pesangon pensiun kepada pekerja tersebut.

Ada tiga alasan pemberian pesangon kepada karyawan pensiun. Pertama, pesangon merupakan kewajiban perusahaan kepada pekerja sebagai bentuk kompensasi yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. 

Kedua, pesangon juga merupakan bentuk apresiasi terhadap masa bakti, prestasi, dan loyalitas dari perusahaan selama masa kerja. Terakhir, pesangon berguna bagi karyawan pensiun untuk menghidupi kebutuhan pribadi dan keluarganya meski tidak lagi bekerja.

Undang-Undang Mengenai Uang Pesangon Pensiun

Baik pesangon PHK maupun pensiun, keduanya memiliki dasar hukum yang kuat di Indonesia. Awalnya, regulasi mengenai pesangon dicatat dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. 

Regulasi tersebut diperbarui dalam Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021 terkait Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja, Waktu Istirahat serta Pemutusan Hubungan Kerja. Aturan mengenai pesangon pensiun sendiri disebutkan dalam pasal 56.

Ketentuan Cara Perhitungan Pesangon Pensiun

ketentuan perhitungan pesangon

Pasal 56 dalam regulasi tersebut menuliskan bahwa pekerja atau buruh yang telah memasuki masa pensiun berhak mendapatkan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja (UPMK), dan uang penggantian hak. Jumlah pesangon yang diterima sesuai ketentuan pasal 40 tentang pesangon bagi karyawan PHK.

Berikut ini informasi lebih lanjut mengenai perhitungan pesangon pensiun. 

  1. Peraturan Perhitungan Pesangon Pensiun

Jumlah pesangon pensiun sebesar 1,75 kali besaran pesangon pada pasal 40 ayat (2). Uang pesangon yang diberikan dihitung berdasarkan jumlah gaji bersih per bulannya, artinya gaji tersebut sudah termasuk berbagai tunjangan dan dikurangi potongan tertentu.

  1. Peraturan Perhitungan Uang Penghargaan Karyawan Pensiun

Besaran uang penghargaan bagi karyawan pensiun adalah satu kali jumlah UMPK pada pasal 40 ayat (3). Uang penghargaan ini diberikan kepada pekerja yang telah bekerja minimal tiga tahun di perusahaan tersebut.

  1. Peraturan Perhitungan Penggantian Hak

Uang penggantian hak (UPH) merupakan dana dari karyawan sebagai kompensasi atas hak yang belum diterimanya sebelum berhenti kerja. Hak yang dimaksud diatur dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama. 

Contoh haknya bisa berupa: biaya pengobatan, cuti yang belum diambil, ongkos transportasi, dan sebagainya. Semua hak tersebut diberikan dalam bentuk uang tunai.

Kesimpulannya, karyawan yang pensiun karena PHK berhak mendapatkan ketiga jenis pesangon di atas.

Contoh Perhitungan Pesangon Pensiun

contoh perhitungan pesangon pensiun

Apakah penjelasan mengenai ketentuan perhitungan pesangon pensiun di atas sudah jelas? Kalau belum, perhatikan contoh ilustrasi ini supaya kamu lebih memahaminya.

Bapak Karim telah bekerja di PT Timor Indonesia selama 12 tahun. Sebelum pensiun, beliau telah menjabat sebagai manajer produksi dan memperoleh gaji sebesar Rp7.000.000 dan tunjangan Rp2.000.000. 

Saat di-PHK karena sudah pensiun, Bapak Karim belum mengambil cuti sebanyak 9 hari dari jatah cuti 10 hari dan masih memiliki sisa benefit pengobatan sebesar Rp500.000. Berapa pesangon pensiun yang akan diterima Bapak Karim?

Jawaban:

  1. Besaran Uang Pesangon Bapak Karim

Berdasarkan aturan pasal 40 ayat 2, pekerja dengan masa bakti 8 tahun atau lebih mendapatkan pesangon sebesar 9 bulan kali gajinya, jadi:

  • Gaji bersih: Rp7.000.000 + Rp2.000.000.000 = Rp9.000.000
  • Masa kerja 12 tahun, jadi 9xRp9.000.000 = Rp81.000.000
  • Pesangon PHK karena pensiun: 1.75xRp81.000.000 = Rp141.750.000
  1. Besaran Uang Penghargaan Bapak Karim

Berdasarkan aturan pasal 40 ayat 3, pekerja dengan masa bakti 12 tahun atau lebih, tetapi kurang dari 15 tahun, mendapatkan uang penghargaan sebesar 5 bulan kali gajinya, jadi:

  • Masa kerja 12 tahun, jadi 5xRp9.000.000 = Rp45.000.000
  • Uang penghargaan karyawan pensiun: 1xRp45.000.000 = Rp45.000.000
  1. Besaran Uang Penggantian Hak Bapak Karim

Kamu cukup menjumlahkan benefit yang tersisa, yaitu:

  • Cuti yang belum diambil: (jumlah hari tersisa : jumlah hari kerja per bulannya) x gaji bersih.

 10/25 x Rp9.000.000 = Rp3.600.000

  • Sisa benefit pengobatan: Rp500.000
  • Total uang penggantian hak: Rp4.100.000
  1. Total Pesangon Bapak Karim

UP + UPMK + UPH = total pesangon

Rp141.750.000 + Rp45.000.000 + Rp4.100.000 = Rp190.850.000

Bagaimana? Cara perhitungan pesangon pensiun di atas cukup mudah, bukan? Kalau kamu bekerja di bidang HR, pekerjaanmu pasti tidak hanya menghitung pesangon dan gaji saja. Kamu juga berurusan dengan manajemen karyawan di kantormu. 

Gunakan saja aplikasi HRD StaffAny dengan berbagai fitur menarik seperti absen di tempat, penjadwalan, dan real-time reporting agar pekerjaanmu lebih mudah. Kamu juga berhak mendapatkan free trial untuk mencoba aplikasi ini. Segera hubungi tim StaffAny melalui WhatsApp untuk informasi lebih lanjut.

perhitungan pesangon pensiun, Ketahui Cara Perhitungan Pesangon Pensiun

StaffAny merupakan perusahaan teknologi yang berfokus pada bidang HR. Kami percaya proses digitalisasi HR untuk beragam kebutuhan industri ritel sangat berperan dalam proses percepatan bisnis dan menjaga kualitas produk.

Like this article?

Share on facebook
Share on Facebook
Share on linkedin
Share on LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a comment