Informasi Perhitungan Pesangon Mengundurkan Diri

Share on facebook
Share on linkedin
Share on whatsapp

Perhitungan pesangon pengunduran diri menjadi hal yang harus dipahami karyawan. Pesangon ini wajib dibayarkan sesuai besarannya, terlepas dari alasan keluarnya karyawan. Bisa karena pengunduran diri, PHK, pensiun maupun faktor lain seperti kematian. Semuanya harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sebagai pekerja, penting untuk kamu mengetahui apa yang menjadi hak dan kewajiban selama bekerja. Ketika seluruh kewajiban telah diselesaikan, kamu berhak untuk mendapatkan hak sebagai pekerja termasuk ketika memutuskan untuk keluar dari perusahaan tersebut. 

Sebagian besar pekerja mungkin masih asing pada pengetahuan seputar pesangon dan besaran yang dapat diterima sesuai dengan alasan berhenti bekerja. Simak informasi seputar pesangon agar kamu dapat memahaminya dengan lebih baik.

Apa Itu Uang Pesangon?

apa itu uang pesangon

Uang pesangon adalah uang yang dibayarkan perusahaan sebagai kompensasi pada karyawan yang memutuskan hubungan kerja dengan segala faktor baik pengunduran diri secara pribadi maupun pemutusan hubungan kerja oleh perusahaan. Uang pesangon dapat dikatakan sebagai hadiah yang diterima karyawan atas dedikasi dan hasil kerja yang diberikan kepada perusahaan.

Uang yang diberikan diharapkan dapat menjadi bekal untuk hidup karyawan selanjutnya setelah berhenti bekerja di perusahaan terkait. Peraturan terkait pemberian pesangon berbeda di setiap perusahaan, kamu bisa pelajari peraturan seputar pesangon pada kontrak atau aturan yang disampaikan perusahaan.

Hukum Pemberian Pesangon Bagi Karyawan Mengundurkan Diri

Sesuai dengan peraturan yang tertulis pada UU Cipta Kerja pasal 56 ayat (1) tahun 2020, apabila terjadi pemutusan hubungan kerja, wajib hukumnya bagi perusahaan membayarkan pesangon dengan besaran yang ditentukan pada undang-undang dan atau uang penghargaan serta uang hak yang seharusnya diterima saat masa kerja.

Baca juga: Ketahui Cara Perhitungan Pesangon Pensiun

Informasi Perhitungan Pesangon Mengundurkan Diri

cara menghitung pesangon

Pada undang-undang cipta kerja, diatur pula mengenai besaran pesangon apabila pemutusan hubungan kerja dilakukan oleh karyawan seperti pengunduran diri pada pasal 50.  Berikut merupakan informasi seputar perhitungan uang pesangon:

  1. Peraturan Perhitungan Uang Pesangon

Dalam perundang-undangan, uang pesangon diberikan kepada karyawan dengan pemutusan hubungan kerja dilakukan oleh perusahaan. Besaran uang pesangon yang diatur oleh UU Ketenagakerjaan dihitung dengan aturan berikut:

  1. Apabila masa kerja kurang dari 1 tahun, besaran pesangon sama dengan 1 kali upah per bulan.
  2. Apabila masa kerja 1 hingga 2 tahun, besaran pesangon sama dengan 2 kali upah per bulan.
  3. Apabila masa kerja 2 hingga 3 tahun, besaran pesangon sama dengan 3 kali upah per bulan.
  4. Apabila masa kerja 3 hingga 4 tahun, besaran pesangon sama dengan 4 kali upah per bulan.
  5. Apabila masa kerja 4 hingga 5 tahun, besaran pesangon sama dengan 5 kali upah per bulan.
  6. Apabila masa kerja 5 hingga 6 tahun, besaran pesangon sama dengan 6 kali upah per bulan.
  7. Apabila masa kerja 6 hingga 7 tahun, besaran pesangon sama dengan 7 kali upah per bulan.
  8. Apabila masa kerja 7 hingga 8 tahun, besaran pesangon sama dengan 8 kali upah per bulan.
  9. Apabila masa kerja lebih dari 8 tahun, besaran pesangon sama dengan 9 kali upah per bulan.

Dalam UU Cipta Kerja pasal 50 disebutkan bahwa pekerja yang mengundurkan diri secara sukarela berhak atas uang penggantian hak atas cuti yang tidak digunakan dan beberapa hak lain serta uang terpisah yang besarannya disebutkan pada peraturan kerja atau perjanjian kerja. Melalui peraturan di atas, aturan undang-undang mengenai besaran pesangon tidak dapat diterapkan pada pekerja yang mengundurkan diri.

Baca juga: Begini Cara Perhitungan Pesangon PHK

Meski tidak tersedianya pesangon bagi karyawan resign, kamu tetap memiliki hak atas pesangon dengan perhitungan berdasarkan ketentuan UU Ketenagakerjaan. Pesangon pekerja resign dapat dihitung dengan ketentuan di bawah ini:

  1. Uang penggantian hak, seperti hak cuti yang masih tersedia dan besaran biaya transportasi bagi pekerja di luar daerah perusahaan. 
  2. Uang pisah. 

Dalam hal ini, perusahaan disarankan untuk mengikutsertakan pekerja pada pengadaan dana pensiun dengan perhitungan perusahaan dan dibayarkan melalui potongan pada upah yang diterima setiap bulan. 

  1. Peraturan Perhitungan Uang Penghargaan

Peraturan perhitungan uang penghargaan saat masa kerja juga diatur dalam UU Ketenagakerjaan pasal 156 ayat (3), dengan ketentuan besaran sebagai berikut:

  1. Apabila masa kerja 3 hingga 6 tahun, besaran uang penghargaan sama dengan 2 kali upah per bulan.
  2. Apabila masa kerja 6 hingga 9 tahun, besaran uang penghargaan sama dengan 3 kali upah per bulan.
  3. Apabila masa kerja 9 hingga 12 tahun, besaran uang penghargaan sama dengan 4 kali upah per bulan.
  4. Apabila masa kerja 12 hingga 15 tahun, besaran uang penghargaan sama dengan 5 kali upah per bulan.
  5. Apabila masa kerja 15 hingga 18 tahun, besaran uang penghargaan sama dengan 6 kali upah per bulan.
  6. Apabila masa kerja 18 hingga 21 tahun, besaran uang penghargaan sama dengan 7 kali upah per bulan.
  7. Apabila masa kerja 21 hingga 24 tahun, besaran uang penghargaan sama dengan 8 kali upah per bulan.
  8. Apabila masa kerja lebih dari 24 tahun, besaran uang penghargaan sama dengan 10 kali upah per bulan.

Uang penghargaan diberikan perusahaan sebagai hak karyawan atas loyalitas dan hasil kerja.

Baca juga: Sudah Tahu Perbedaan UMR dan UMK? Ini Penjelasan Lengkapnya!

  1. Peraturan Perhitungan Penggantian Hak 

Sama dengan 2 perhitungan di atas, uang penggantian hak juga diatur dalam UU Ketenagakerjaan pasal 156 ayat (4). Aturan perhitungan uang penggatian hak sebagai berikut:

  1. Hak cuti tahunan yang masih tersedia dengan ketentuan 4% dari jumlah upah pokok dan tunjangan tetap dikali sisa masa cuti.
  2. Penggantian biaya transportasi pada karyawan yang berada di luar daerah perusahaan.
  3. Uang penggantian perumahan, perawatan, dan pengobatan yang besarnya 15% dari upah pesangon dan atau upah pemberian penghargaan. 

Contoh Perhitungan Pesangon Karyawan Mengundurkan Diri 

Pada pekerja yang mengundurkan diri, besaran pesangon yang didapatkan dapat dicontohkan pada kasus berikut ini:

Adi merupakan pekerja pada perusahaan A dengan upah per bulan sebesar Rp5.000.000 dan tunjangan laptop sebesar Rp400.000. Adi telah bekerja pada perusahaan tersebut selama 5 tahun dan memutuskan untuk mengundurkan diri. Selama bekerja Adi masih memiliki hak cuti sebanyak 4 hari. Setelah pengajuan pengunduran diri diterima, perusahaan menghitung uang pesangon yang diterima Adi sebagai berikut:

  • Uang pergantian hak

   4% x (upah pokok + tunjangan tetap) x sisa masa cuti

= 4% x (5.000.000 + 400.000) x 4

= 4% x 5.400.000 x 4

= 4% x 21.600.000

= Rp. 864.000

Selama bekerja, Adi berada pada daerah yang sama dengan perusahaan sehingga tidak diperlukan penggantian hak biaya transportasi.

  • Uang pisah 

Perusahaan A menentukan besaran uang pisah yang diterima pada pekerja yang mengundurkan diri dengan masa kerja 5 tahun sebesar 2 kali upah diterima. Maka, uang pisah yang diterima oleh Adi sebesar Rp10.000.000.

  • Total keseluruhan

Upah per bulan + uang pergantian hak + uang pisah

= 5.400.000 + 864.000 + 10.000.000

= Rp. 16.264.000

Berdasarkan perhitungan di atas, upah pesangon yang diterima Adi saat mengundurkan diri sebesar Rp16.264.000.

Baca juga: Apa Itu PKWT dalam Dunia Kerja?

Penjelasan mengenai perhitungan pesangon pengunduran diri di atas dapat menjadi gambaran jumlah pesangon bagi perusahaan maupun pekerja yang mengundurkan diri. Mungkin bagi kamu hal tersebut terlihat rumit dan membingungkan. Belum lagi, kamu harus melihat waktu kerja dan jumlah cuti karyawan. Tidak perlu khawatir, StaffAny bisa bantu kamu mencatat seluruh waktu bekerja dan jumlah cuti tersisa pada seluruh karyawan kamu.

StaffAny memiliki fitur smart timesheet yang dapat membantumu mencatat jadwal masuk dan selesai kerja, jumlah libur, dan waktu lembur. Sehingga, kamu tidak perlu kesulitan mengatur seluruh karyawan kamu. Hubungi StaffAny sekarang juga untuk kemudahan manajemen HRD kamu.

perhitungan pesangon pengunduran diri, Informasi Perhitungan Pesangon Mengundurkan Diri

StaffAny merupakan perusahaan teknologi yang berfokus pada bidang HR. Kami percaya proses digitalisasi HR untuk beragam kebutuhan industri ritel sangat berperan dalam proses percepatan bisnis dan menjaga kualitas produk.

Like this article?

Share on facebook
Share on Facebook
Share on linkedin
Share on LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a comment