Apa Itu Laporan Keuangan? Inilah Manfaatnya untuk Bisnis Restoranmu!

Table of Contents

Dalam dunia bisnis, terutama di sektor F&B (Food and Beverage Service), laporan keuangan adalah salah satu aspek yang sangat penting untuk dipahami. Laporan keuangan membantu kamu dalam memahami kesehatan finansial bisnismu secara menyeluruh. Artikel ini akan menjelaskan secara komprehensif apa itu laporan keuangan, manfaatnya untuk bisnis restoranmu, langkah-langkah sederhana dalam pembuatannya, dan mengapa kamu harus memahami hal ini.

Apa Itu Laporan Keuangan Perusahaan?

cara membuat laporan penjualan harian

Laporan keuangan adalah dokumen penting yang menyajikan informasi rinci mengenai aktivitas keuangan suatu perusahaan selama periode tertentu.

Laporan ini berperan kunci dalam menggambarkan kesehatan finansial perusahaan dan memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana perusahaan tersebut mengelola aset, utang, pendapatan, dan biaya.

Kehadiran laporan keuangan perusahaan adalah sebagai alat yang sangat penting dalam pengambilan keputusan dalam bisnis.

Pemilik bisnis, manajemen, investor, pemberi pinjaman, dan pemangku kepentingan lainnya mengandalkan laporan ini untuk mengukur kinerja keuangan, menilai risiko, dan merencanakan strategi keuangan yang lebih baik. Selain itu, laporan keuangan juga diperlukan untuk tujuan perpajakan dan kepatuhan hukum.

Baca juga: 9 Cara Membuat Business Plan yang Baik

Apa Manfaat Pembuatan Laporan Keuangan untuk Bisnismu?

Pembuatan laporan keuangan tidak hanya menjadi kewajiban hukum, tetapi juga memiliki manfaat yang signifikan untuk bisnismu, terutama dalam industri restoran. Berikut adalah lima manfaat utama pembuatan laporan keuangan:

1. Evaluasi Kinerja Finansial

Laporan keuangan adalah alat utama untuk mengevaluasi kinerja finansial bisnismu. Dengan melihat laporan laba rugi, kamu dapat menilai seberapa baik performa bisnismu selama periode tertentu.

Ini memungkinkan kamu untuk mengidentifikasi apakah bisnismu mengalami pertumbuhan pendapatan atau menghadapi penurunan kinerja. Selain itu, laporan laba rugi juga memberikan wawasan tentang efisiensi biaya, dengan melihat apakah biaya operasional telah terkendali dengan baik.

2. Pemantauan Utang dan Kewajiban

Laporan keuangan, khususnya neraca, membantu dalam memantau utang dan kewajiban bisnismu. Ini penting karena utang yang tidak terkendali dapat mengancam kelangsungan bisnismu. 

Dengan neraca, kamu dapat melihat dengan jelas berapa jumlah utang yang harus dibayar kepada kreditur dan berapa nilai aset yang dapat digunakan untuk menutupi utang tersebut. Hal ini membantu dalam perencanaan keuangan jangka panjang dan menghindari risiko kebangkrutan.

3. Keputusan Investasi

Bagi bisnismu yang ingin mengembangkan atau memperluas operasi, laporan keuangan menjadi referensi penting bagi investor potensial atau pemberi pinjaman. Investor dan pemberi pinjaman akan menganalisis laporan keuangan untuk menilai risiko dan potensi pengembalian investasi. 

Dengan laporan keuangan yang kuat, kamu dapat meningkatkan peluangmu untuk mendapatkan dukungan finansial eksternal yang diperlukan untuk pertumbuhan bisnismu.

Baca juga: Cek Cara Menghitung Food Cost pada Bisnis Restoran

4. Perencanaan Keuangan

Laporan keuangan memainkan peran kunci dalam perencanaan keuangan bisnismu. Dengan data yang terdokumentasi dengan baik, kamu dapat merencanakan anggaran yang lebih efektif. 

Ini mencakup pengalokasian sumber daya untuk berbagai keperluan, seperti pengembangan produk, pemasaran, investasi dalam aset baru, dan lain-lain. Perencanaan keuangan yang baik membantu dalam mencapai tujuan bisnismu dengan lebih efisien.

5. Pajak dan Kepatuhan

Laporan keuangan juga diperlukan untuk kepatuhan pajak. Dengan laporan laba rugi dan neraca yang akurat, kamu dapat menghitung pajak yang harus dibayar sesuai dengan aturan pajak yang berlaku. 

Laporan pajak yang benar adalah kewajiban yang penting, dan laporan keuangan menjadi dasar untuk menentukan kewajiban pajak bisnismu. Menghindari masalah pajak adalah kunci untuk menghindari sanksi atau masalah hukum yang dapat merugikan bisnismu.

Baca juga: Cara Menghitung Pajak Penghasilan Perusahaan

7 Langkah Membuat Laporan Keuangan yang Sederhana

Membuat laporan keuangan bisa terasa rumit, tetapi dengan mengikuti langkah-langkah yang benar, kamu bisa membuatnya lebih sederhana. Berikut adalah tujuh langkah untuk membuat laporan keuangan yang baik:

1. Mencatat Transaksi di Jurnal

Langkah pertama adalah mengumpulkan semua transaksi keuangan yang terkait dengan bisnismu. Ini mencakup penerimaan uang, pembayaran, pembelian, dan semua aktivitas keuangan lainnya. Setiap transaksi harus dicatat dengan rinci dalam jurnal. Jurnal adalah buku catatan yang mencatat transaksi berdasarkan tanggal, jenis transaksi, dan jumlah uang yang terlibat.

2. Menyalin Jurnal ke Buku Besar

Setelah transaksi dicatat dalam jurnal, langkah berikutnya adalah menyalinnya ke dalam buku besar. Buku besar adalah catatan yang lebih terperinci yang mengelompokkan transaksi ke dalam akun-akun keuangan yang berbeda, seperti akun kas, akun piutang, akun utang, dan lain-lain. Ini membantu kamu untuk melihat bagaimana setiap transaksi memengaruhi akun keuangan tertentu.

3. Menyusun Neraca Saldo

Neraca saldo adalah ringkasan dari semua akun-akun keuangan yang dimiliki perusahaan pada akhir periode tertentu. Dalam langkah ini, kamu perlu menyusun neraca saldo dengan menjumlahkan saldo kredit dan debit dari setiap akun. Ini akan memberikan gambaran tentang posisi keuangan perusahaan pada akhir periode.

4. Mengumpulkan Data untuk Pembuatan Jurnal Penyesuaian di Laporan Keuangan

Dalam beberapa kasus, perlu ada penyesuaian terhadap transaksi yang belum terlihat secara akurat dalam buku besar. Ini dapat termasuk penyusutan aset, alokasi pendapatan, atau penyesuaian lainnya. Data untuk penyesuaian ini perlu dikumpulkan agar laporan keuangan mencerminkan kondisi yang sebenarnya.

Baca juga: 8 Penyebab Inflasi dan Dampaknya bagi Bisnis

5. Menyusun Neraca Lajur

Setelah melakukan penyesuaian, susun neraca lajur. Neraca lajur adalah neraca yang mencakup semua akun keuangan setelah penyesuaian. Ini memberikan gambaran yang lebih akurat tentang aset, liabilitas, dan ekuitas perusahaan.

6. Membuat Laporan Keuangan

Setelah memiliki neraca lajur, kamu dapat mulai membuat laporan keuangan lengkap, yang mencakup laporan laba rugi (income statement) dan laporan arus kas (cash flow statement), jika diperlukan.

Laporan laba rugi akan menunjukkan pendapatan, biaya, dan laba bersih perusahaan selama periode tertentu. Laporan arus kas akan mencatat semua aliran kas masuk dan keluar selama periode tersebut.

StaffAny

7. Membuat Jurnal Penutupan

Setelah laporan keuangan dibuat, kamu perlu membuat jurnal penutupan untuk menutup akun-akun pendapatan dan biaya sehingga siap digunakan untuk periode berikutnya. Ini adalah langkah penting dalam siklus akuntansi.

8. Membuat Neraca Saldo setelah Penutupan

Terakhir, setelah menutup akun-akun pendapatan dan biaya, susun neraca saldo setelah penutupan. Ini adalah neraca yang mencerminkan saldo akun-akun yang masih terbuka setelah penutupan, seperti aset tetap dan ekuitas.

Baca juga: 4 Jenis Laporan Keuangan Bisnis dan Contohnya

Pemahaman yang baik tentang laporan keuangan sangat penting untuk kesuksesan bisnis restoranmu. Laporan ini bukan hanya tentang kepatuhan hukum, tetapi juga alat yang kuat untuk mengelola keuangan bisnismu dengan lebih efektif, mengambil keputusan yang bijak, dan menarik investasi yang dibutuhkan.

Untuk membantu dalam efisiensi pembuatan laporan keuangan bisnismu, StaffAny adalah solusi yang tepat. Aplikasi HRD seperti StaffAny dapat membantumu dalam manajemen sumber daya manusia dan penggajian, termasuk pemantauan waktu kerja karyawan. 

Dengan StaffAny, kamu dapat memantau dan mengelola sumber daya finansial dan manusia dengan lebih efisien, sehingga fokus lebih pada pertumbuhan bisnismu. Metode yang efektif dan tepat tentu akan membuat bisnismu di sektor F&B dapat mencapai kesuksesan yang lebih besar.

Tunggu apa lagi? Hubungi kami melalui WhatsApp untuk mencoba free trial StaffAny!

Like this article?

Share on Facebook
Share on LinkedIn
WhatsApp

Related article

Leave a comment