Memahami 4 Perbedaan PKWT dan Outsourcing

Share on facebook
Share on linkedin
Share on whatsapp
Table of Contents

Pastikan kamu mengetahui perbedaan PKWT dan outsourcing terlebih dahulu ketika hendak melakukan kontrak kerja. Kedua kontrak kerja tersebut memang sama-sama diberikan kepada tenaga kerja yang bukan karyawan tetap, tetapi keduanya memiliki beberapa perbedaan mendasar yang tidak banyak diketahui oleh orang-orang.

Melalui artikel ini, kamu akan mempelajari apa saja perbedaan PKWT dan outsourcing secara lebih mendalam. Namun sebelum itu, ada baiknya jika kamu mengetahui pengertian dari masing-masing kontrak kerja tersebut. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Baca juga: Pengertian dan Tujuan Perencanaan SDM

Pengertian PKWT

Dalam Undang-Undang di Indonesia, PKWT atau Perjanjian Kerja Waktu Tertentu sudah diatur dalam Pasal 59 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Berdasarkan Undang-Undang tersebut, PKWT dijelaskan sebagai jenis kontrak kerja yang diberikan kepada calon karyawan dengan pekerjaan tertentu yang menurut jenis dan sifat atau kegiatan pekerjaannya akan selesai dalam waktu tertentu.

Dalam penerapannya, PKWT biasanya akan diberikan kepada calon karyawan yang akan bekerja selama sementara saja, atau karyawan kontrak, magang, dan sejenisnya. Oleh karena itu, PKWT tidak dapat diberikan kepada calon karyawan dengan status tetap; karyawan tetap biasanya akan diberikan jenis kontrak kerja PKWTT (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu).

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, batas waktu maksimal yang boleh dimasukkan dalam kontrak kerja PKWT adalah maksimal dua tahun dengan opsi perpanjangan sebanyak satu kali maksimal satu tahun, atau dengan kata lain tiga tahun. Selain itu, karyawan dengan kontrak kerja PKWT tidak memerlukan masa percobaan kerja; mereka dapat langsung bekerja setelah menandatangani kontrak kerja.

Berdasarkan Permenaker No. Per-02/Men/1993, PKWT harus dibuat secara tulisan dan setidaknya dalam tiga rangkap; untuk pekerja (karyawan), untuk pemberi kerja (perusahaan), dan untuk Dinas Tenaga Kerja. Dalam satu kasus, PKWT dapat berubah menjadi PKWTT, jika kontrak kerja tersebut dibuat secara lisan, bukan tulisan.

Baca juga: Apa Itu PKWT dalam Dunia Kerja?

download

Pengertian Outsourcing

Outsourcing adalah sebuah sistem kerja di mana perusahaan klien akan menggunakan jasa dari perusahaan outsource untuk menyalurkan atau melakukan alih daya tenaga kerja atau karyawan. Biasanya, perusahaan klien menerapkan sistem outsourcing demi mendapatkan tenaga kerja untuk mengisi posisi pendukung, seperti call center, keamanan, kebersihan, dan sejenisnya, dengan lebih efisien.

Di Indonesia, sistem outsourcing dijelaskan di dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sebagai penyerahan sebagian pekerjaan kepada perusahaan lain. Tenaga kerja dari sistem outsourcing akan mendapatkan dua kontrak kerja, yaitu dengan perusahaan outsource dan juga perusahaan klien. Selain itu, tenaga kerja outsource juga bisa mendapatkan kontrak kerja PKWT maupun PKWTT.

Ada beberapa syarat-syarat yang harus dipenuhi agar perusahaan dapat menyerahkan beberapa tugasnya kepada perusahaan outsource menurut Pasal 65 Ayat 2 Undang-Undang Ketenagakerjaan, antara lain:

  1. Dilakukan secara terpisah dari kegiatan utama atau inti bisnis.
  2. Dilakukan dengan perintah langsung atau tidak langsung dari pemberi pekerjaan.
  3. Merupakan kegiatan penunjang perusahaan secara keseluruhan.
  4. Tidak menghambat proses produksi atau kegiatan inti bisnis lainnya.

Selain itu, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 dijelaskan bahwa jika perusahaan penyedia outsource mempekerjakan tenaga kerja dengan kontrak kerja PKWT, maka kontrak kerja tersebut harus mensyaratkan adanya pengalihan perlindungan hak-hak karyawan (Transfer of Protection Employment). Hal tersebut dimaksudkan untuk memberikan jaminan keamanan bagi tenaga kerja outsourcing, terutama jika terjadi perubahan pada perusahaan outsource dan selama objek pekerjaan masih ada.

Baca juga: Mengenal Pengertian Outsourcing dalam Dunia Bisnis

Perbedaan PKWT dan Outsourcing

Berdasarkan definisi dan dasar hukumnya saja kontrak kerja PKWT dan outsourcing sudah berbeda. Jadi, kedua jenis kontrak kerja tersebut memang berbeda, walaupun tenaga kerja outsourcing juga bisa mendapatkan kontrak kerja jenis PKWT. Berikut ini adalah beberapa perbedaan PKWT dan outsourcing yang wajib kamu ketahui.

1. Masa Kerja

Walaupun sama-sama berstatus sebagai karyawan yang bekerja dengan waktu tertentu, tetapi PKWT dan outsourcing tetap memiliki perbedaan masa kerja. Untuk PKWT, berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, batas waktu kerja maksimalnya adalah dua tahun dengan satu kali perpanjangan maksimal satu tahun (tiga tahun maksimal). Sementara itu, masa kerja untuk tenaga kerja outsourcing akan ditentukan berdasarkan perjanjian kerja antara perusahaan klien dan perusahaan outsource.

2. Jenis dan Tanggung Jawab Pekerjaan

Tenaga kerja yang dikontrak dengan kontrak kerja PKWT akan memiliki jenis dan tanggung jawab pekerjaan yang sama dengan karyawan tetap. Hanya saja, pekerjaan yang diberikan kepada tenaga kerja dengan kontrak kerja PKWT bersifat sementara, sekali selesai, musiman, atau paling lama tiga tahun. Di sisi lain, jenis dan tanggung jawab tenaga kerja outsource hanya bersifat sebagai penunjang dan tidak berhubungan langsung dengan proses produksi atau inti operasional bisnis lainnya.

Baca juga: Payroll: Definisi, Manfaat, dan Cara Membuatnya

3. Jenjang Karier

Jenjang karier yang dimiliki oleh karyawan kontrak hampir mirip dengan karyawan tetap, mereka bisa mendapatkan promosi, kenaikan jabatan, kenaikan gaji, dan bahkan bisa saja mendapatkan kontrak kerja baru yang berupa PKWTT. Sementara itu, tenaga kerja outsource yang sifatnya hanya sebagai pendukung tidak akan memiliki jenjang karier yang sama dengan karyawan kontrak maupun karyawan tetap.

4. Prinsip Kerja

Karyawan kontrak bekerja berdasarkan dengan kontrak PKWT yang sudah ditandatangani oleh pihak pekerja dan pihak pemberi kerja. Sementara itu, tenaga kerja outsource bekerja berdasarkan kontrak PKWT dengan prinsip pengalihan perlindungan hak-hak karyawan (ToPE) atau berdasarkan kontrak PKWTT yang ditandatanganinya.
Apabila perusahaan kamu menerapkan sistem outsourcing, akan sangat baik jika kamu menggunakan aplikasi pengatur jadwal karyawan yang dapat membantu pelacakan absensi karyawan secara real time. Jadi, masalah absensi dan komunikasi antara tenaga kerja outsource dan perusahaan klien bisa lebih diminimalisir, serta perusahaan juga dapat melacak lokasi dan kinerja karyawan dengan lebih akurat. Yuk gunakan StaffAny sekarang juga!

perbedaan pkwt dan outsourcing, Memahami 4 Perbedaan PKWT dan Outsourcing

StaffAny merupakan perusahaan teknologi yang berfokus pada bidang HR. Kami percaya proses digitalisasi HR untuk beragam kebutuhan industri ritel sangat berperan dalam proses percepatan bisnis dan menjaga kualitas produk.

Like this article?

Share on facebook
Share on Facebook
Share on linkedin
Share on LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a comment