Mengenal Pengertian Outsourcing dalam Dunia Bisnis

Share on facebook
Share on linkedin
Share on whatsapp

Sistem kerja outsourcing sudah banyak sekali diterapkan pada bisnis di Indonesia, tetapi masih banyak yang belum mengetahui pengertian outsourcing. Secara sederhana, outsourcing adalah sistem yang digunakan oleh sebuah perusahaan untuk melakukan perekrutan tenaga kerja baru melalui penyedia jasanya.

Pada artikel ini, kamu akan membaca mengenai apa itu pengertian outsourcing, bagaimana sistemnya bekerja, landasan hukumnya, hingga kelebihan dan kekurangannya. Mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Outsourcing?

Apa Itu Outsourcing

Outsourcing adalah praktik bisnis yang dilakukan untuk mempekerjakan tenaga kerja dari luar perusahaan untuk melakukan berbagai macam pekerjaan yang biasa dilakukan oleh karyawan perusahaan. Outsourcing ini biasanya dilakukan oleh perusahaan sebagai tindakan meminimalisir pengeluaran untuk perekrutan tenaga kerja.

Pada awalnya, jenis pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan kepada tenaga kerja outsourcing tidak memiliki hubungan langsung dengan bisnis inti suatu perusahaan dan mengesampingkan jenjang karier, seperti satpam, cleaning service, customer service, dan lain sebagainya. Namun, saat ini perusahaan sudah mulai memberikan tenaga kerja outsourcing pekerjaan inti seperti manufaktur hingga administrasi kantor.

Seperti yang dijelaskan di atas, perusahaan biasanya menggunakan sistem outsourcing untuk meminimalisir pengeluaran. Ketika perusahaan merekrut tenaga kerja menggunakan sistem outsourcing, perusahaan tidak perlu mempersiapkan tunjangan dan benefit lain seperti insentif, biaya makan, hingga BPJS Kesehatan. Hal tersebut dikarenakan perusahaan penyedia jasa outsourcing yang bertanggung jawab atas tenaga kerja yang dikontrak.

Baca juga: 9 Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan

Bagaimana Sistem Kerja Outsourcing?

Sistem outsourcing sebenarnya tidak begitu berbeda dengan sistem perekrutan tenaga kerja normal. Perbedaan utama dari keduanya adalah tenaga kerja yang direkrut didapatkan dari penyedia jasa outsourcing, bukan dari proses rekrutmen perusahaan yang dilakukan manajemen HR.

Jika tenaga kerja yang dibutuhkan telah diperoleh dan kontrak telah ditandatangani, perusahaan penyedia jasa outsourcing hanya perlu mengirimkan tenaga kerja tersebut ke perusahaan klien. Nantinya, tenaga kerja tersebut akan bekerja di perusahaan klien hingga batas waktu yang telah disepakati dalam kontrak yang telah ditandatangani.

Landasan Hukum Sistem Outsourcing

Landasan hukum sistem outsourcing dijelaskan dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Di dalamnya, outsourcing dijelaskan sebagai penyerahan sebagian pekerjaan kepada perusahaan lain.

Tenaga kerja outsourcing bekerja pada perusahaan berdasarkan perjanjian kerja tertulis, yang dapat melalui Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) atau Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tetap (PKWTT). Jadi, jika pekerja outsourcing tidak mendapatkan jaminan kelangsungan pekerjaannya, maka perusahaan penyedia jasa outsourcing adalah pihak yang bertanggung jawab atas hal tersebut.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021, dijelaskan bahwa apabila perusahaan penyedia jasa outsourcing mempekerjakan pegawai PKWT, maka dalam kontrak kerja harus mensyaratkan adanya peralihan dalam perlindungan hak-hak pegawai apabila terjadi perubahan pada perusahaan penyedia jasa outsourcing dan selama objek pekerjaan masih ada. Hal tersebut dimaksudkan untuk memberikan jaminan keamanan bagi tenaga kerja outsourcing.

Baca juga: 15 Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Karyawan

3 Kelebihan Sistem Outsourcing Bagi Pemilik Bisnis

Sistem outsourcing tentunya memiliki berbagai macam kelebihan yang dapat dirasakan oleh pemilik bisnis. Berikut ini adalah beberapa kelebihan sistem outsourcing bagi pemilik bisnis.

Kelebihan Sistem Outsourcing

1. Mengurangi Beban Rekrutmen

Sistem outsourcing membebankan seluruh proses rekrutmen tenaga kerja kepada pihak penyedia jasa outsourcing. Artinya, perusahaan hanya tinggal menunggu saja tenaga kerja yang dibutuhkan direkrut dan mulai bekerja.

2. Menghemat Anggaran

Perusahaan tidak perlu memberikan berbagai macam tunjangan dan benefit lainnya bagi karyawan outsourcing karena tanggung jawab tersebut dibebankan kepada penyedia jasanya. Artinya, anggaran tersebut dapat dihemat dan digunakan untuk keperluan lainnya, seperti pelatihan untuk karyawan tetap hingga pengembangan bisnis.

3. Fokus Mengurus Kegiatan Inti

Saat menggunakan tenaga kerja outsourcing, perusahaan tidak perlu lagi mengkhawatirkan pekerjaan teknis sehari-hari yang tidak terkait langsung dengan kegiatan inti dari bisnis. Hal-hal tersebut dapat ditugaskan kepada tenaga kerja outsourcing. Jadi, perusahaan tidak perlu lagi mencari tenaga kerja dengan keahlian khusus seperti itu, mengadakan pelatihan, atau mengalokasikan tenaga, waktu, dan biaya untuk rekrutmen pada posisi tertentu.

3 Kekurangan Sistem Outsourcing Bagi Pemilik Bisnis

Setiap hal pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, begitu pula dengan sistem outsourcing. Berikut ini adalah beberapa kekurangan sistem outsourcing bagi pemilik bisnis.

1. Informasi Perusahaan Dapat Bocor

Tenaga kerja outsourcing awalnya dikhususkan untuk mengisi posisi teknis yang jauh dari kegiatan inti dari bisnis tersebut, seperti satpam, cleaning service, customer service, dan lain sebagainya. Ketika perusahaan mulai memberikan tugas kegiatan inti bisnis kepada tenaga kerja outsourcing, maka informasi penting mengenai perusahaan dapat bocor ke pihak luar.

Perusahaan tidak dapat mengontrol tenaga kerja outsourcing secara penuh, jadi kebocoran informasi akan sangat sulit untuk dihindari. Maka dari itu, sebaiknya perusahaan tidak memberikan tugas penting dari bisnis kepada tenaga kerja outsourcing.

Baca juga: Mengenal Marketing Mix dan Contohnya dalam Bisnis

2. Perbedaan Standar

Ketika perusahaan menggunakan sistem outsourcing, maka proses rekrutmen sepenuhnya diserahkan kepada penyedia jasanya. Dengan begitu, perusahaan tidak dapat melakukan wawancara secara langsung untuk menyeleksi tenaga kerja yang sesuai dengan standar perusahaan.

Maka dari itu, pastikan perusahaan menggunakan penyedia jasa outsourcing yang memiliki standar yang sama agar tenaga kerja yang direkrut dapat memiliki standar yang sesuai. Perusahaan juga dapat memberikan penyedia jasa outsourcing standar tenaga kerja yang dibutuhkan untuk memandu mereka dalam proses rekrutmennya.

3. Masalah Komunikasi

Masalah komunikasi dapat muncul antara tenaga kerja outsourcing dengan karyawan tetap perusahaan. Perbedaan budaya kerja yang biasa dirasakan akan sangat terasa antara kedua karyawan tersebut. Hal ini akan sangat sulit dihindari, apalagi jika perusahaan tidak melakukan pengawasan penuh terhadap tenaga kerja outsourcing.

Baca juga: Mengulas Lengkap 7 Market Penetration Strategy

Ada banyak cara lain yang bisa kamu gunakan untuk mengatasi masalah komunikasi dalam perusahaan, seperti dengan menggunakan teknologi yang dapat mempermudah pekerjaan karyawan. Salah satu teknologi yang bisa digunakan adalah aplikasi absen karyawan gratis seperti StaffAny.

StaffAny memiliki banyak fitur yang dapat mencegah terjadinya masalah komunikasi dalam perusahaan seperti notifikasi, penjadwalan, absensi, timesheet, pengajuan cuti, dan lain-lain. Untuk mendapatkan informasi mengenai fitur StaffAny dengan lebih lengkap, kamu dapat klik di sini.

pengertian outsourcing, Mengenal Pengertian Outsourcing dalam Dunia Bisnis

StaffAny merupakan perusahaan teknologi yang berfokus pada bidang HR. Kami percaya proses digitalisasi HR untuk beragam kebutuhan industri ritel sangat berperan dalam proses percepatan bisnis dan menjaga kualitas produk.

Like this article?

Share on facebook
Share on Facebook
Share on linkedin
Share on LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a comment