Pengaruh Beban Kerja Terhadap Kinerja Karyawan

Share on facebook
Share on linkedin
Share on whatsapp
Table of Contents

Apabila dilihat dengan lebih saksama, ada pengaruh beban kerja terhadap kinerja karyawan yang terkadang tidak diperhatikan oleh perusahaan. Faktanya, beban kerja yang terlalu berat menjadi salah satu penyebab utama terjadinya stres di kalangan karyawan, terutama karyawan yang masih muda atau baru pertama kali bekerja.

Melalui artikel ini, kamu akan mempelajari mengenai apa pengaruh beban kerja terhadap kinerja karyawan yang seringkali tidak diperhatikan perusahaan. Namun sebelumnya, ada baiknya jika kamu mengetahui apa yang dimaksud dengan beban kerja terlebih dahulu. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Pengertian Beban Kerja

Beban kerja adalah jumlah pekerjaan yang harus dikerjakan dan diselesaikan oleh seorang karyawan. Beban kerja dapat diklasifikasikan ke dalam dua bentuk, yaitu kuantitatif (jumlah pekerjaan yang harus dilakukan) atau kualitatif (tingkat kesulitan pekerjaan). Beban kerja memiliki pengaruh terhadap produktivitas dan kualitas pekerjaan yang dihasilkan oleh karyawan.

Umumnya, makin sedikit atau makin mudah beban kerja yang diberikan kepada seorang karyawan, maka akan makin produktif dan baik juga pekerjaan yang dihasilkannya. Walaupun begitu, pemberian beban kerja yang terlalu sedikit atau mudah tidak akan membuat karyawan berkembang menjadi lebih baik. Oleh karena itu, perusahaan harus dapat memberikan beban kerja yang sesuai dengan kemampuan setiap karyawan.

Baca juga: Pengertian dan Mekanisme Perhitungan Pajak Penghasilan Perusahaan

Jenis Beban Kerja

jenis beban kerja

Menurut ahli, yaitu Koesomowidjojo (2017, hlm. 22) beban kerja dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

1. Beban Kerja Kuantitatif

Beban kerja kuantitatif adalah beban kerja yang menunjukan jumlah pekerjaan besar yang dilaksanakan, seperti tekanan kerja besar, jam kerja yang tinggi, atau tanggung jawab atas pekerjaan yang dimilikinya.

2. Beban Kerja Kualitas

Beban kerja kualitatif atau kualitas adalah kemampuan pekerja dalam melaksanakan pekerjaan yang dimilikinya.

Baca juga: 4 Ciri-ciri Stres Ringan yang Wajib Diketahui

Contoh Beban Kerja

Setelah mengetahui jenis dari beban kerja, berikut adalah contoh dari beban kerja kerja:

1. Target Proyek yang Terlalu Tinggi

Dengan target proyek yang tinggi, maka karyawan akan merasakan tekanan yang berlebih sehingga mengakibatkan dampak buruk baginya.

2. Deadline kerja yang Singkat

Deadline kerja yang singkat tidak hanya mengganggu kesehatan mental karyawan, namun kesehatan fisik juga akan terganggu. Karyawan akan lebih mudah panik dan juga lemas karena kebut dalam mengerjakan tugasnya.

3. Tidak Adanya SOP

Dengan tidak adanya SOP (standard operating procedure), maka seluruh bagian perusahaan tidak akan berjalan efektif karena tidak ada pedoman yang jelas.

4. Tuntutan Tugas yang Berlebihan

Tuntutan tugas yang berlebih akan membuat karyawan mengalami stress dan memicu gangguan mental lainnya seperti depresi, kesulitan tidur, cemas, dan mudah marah.

Baca juga: 4 Manfaat SOP Perusahaan

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Beban Kerja

Menurut Hutabarat (2017, hlm. 97-99), faktor-faktor yang dapat mempengaruhi beban kerja adalah:

1. Faktor Eksternal

Faktor eksternal dari beban kerja adalah beban kerja yang berasal dari pekerja. Beberapa faktor eksternal beban kerja diantaranya adalah:

1. Tugas

Tugas bersifat fisik yang dilakukan, seperti beban yang diangkut-angkut, sikap kerja, sarana informasi, dan lainnya. Sedangkan tugas yang bersifat mental seperti, tanggung jawab terhadap pekerja, tugas yang bersifat mental, dan lainnya.

2. Organisasi

Organisasi dalam pekerjaan yang dapat memberikan beban kerja tambahan kepada pekerja adalah lingkungan fisik, seperti kebisingan, temperatur ruangan, debu, virus, jamur, dan lainnya. Lingkungan kerja psikologis seperti penempatan tenaga kerja, hubungan antara pekerja dengan pekerja lain atau atasan dengan bawahan.

Faktor Internal

Faktor internal yang dapat mempengaruhi beban kerja adalah faktor yang berasal dari dalam tubuh pekerja yang diakibatkan dari faktor beban kerja eksternal, Faktor internal yang dimaksud diantara lain adalah:

1. Faktor somatis

Faktor somatis diantaranya adalah umur, kelamin, ukuran tubuh, status gizi, dan kondisi kesehatan.

2. Faktor psikis

Faktor psikis diantaranya adalah motivasi, kepercayaan, keinginan, persepsi, dan lainnya.

Indikator Beban Kerja

faktor beban kerja

Menurut Koesmowidjojo (2017, hlm. 33) indikator beban kerja adalah sebagai berikut:

1. Kondisi Pekerjaan

Maksud dari kondisi pekerjaan adalah bagaimana karyawan memahami pekerjaan dengan baik. Maka dari itu, perusahaan seharunsya memiliki dan memberi sosialisasi SOP (standard operating procedur) kepada semua unsur di dalam perusahaan.

2. Penggunaan Waktu Kerja

Indikator beban kerja yang di maksud ini adalah waktu kerja yang sudah sesuai dengan SOP yang dapat meminimalkan beban kerja karyawan.

3. Target yang Harus Dicapai

Diperlukan penetapan waktu saat menyelesaikan sebuah pekerjaan tertentu pada masing-masing karyawan yang jumlahnya berbeda satu sama lain.

Sedangkan, menurut Munadar (2016, hlm 381) indikator dari beban kerja terbagi menjadi dua dimensi, diantaranya:

1. Tuntutan Fisik

Dimensi tuntutan fisik merupakan kondisi kerja yang menghasilkan prestasi kerja yang tertinggi di samping dampalnya terhadap kinerja karyawan, kondisi fisik ini berdampak terhadap kesehatan mental tenaga kerja. Adapun, indikator tuntukan fisik adalah kondisi kesehatan, kondisi mental karyawan, dan kondisi psikolog karyawan.

2. Tuntutan Tugas

Dimensi tuntutan tugas merupakan jadwal kerja malam yang sering menyebabkan keletihan karyawan akibat dari beban kerja yang diberikan terlalu berlebih. Beban kerja yang berlebiban dan beban kerja yang terlalu sedikit juga bisa berakibat terhadap kinerja karyawan. Adapun, indikator tuntutan tugas adalah beban kerja yang banyak dan harus diselesaikan dalam waktu tertentu dan beban kerja yang banyak dan diselesaikan oleh karyawan yang tidak mampu untuk melaksanakan tugasnya.

Analisis Beban Kerja

Untuk memaksimalkan produktivitas dalam unit organisasi atau perusahaan, maka diperlukan analisa dalam pengukuran beban kerja. Menurut Azan (2021, hlm. 94-95) terdapat langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk melaksanakan analisis beban kerja sebagai berikut:

1. Mengumpulkan Data

Hal yang dapat dilakukan pertama adalah dengan pengisian formulir isian, formulir investasi, pengamatan secara langsung serta referensi, dan panduan wawancara.

2. Pengolahan Data

Berikutnya, kamu bisa melakukan pengolahan data dengan merekapitulasi jumlah beban kerja jabatan, tingkat efisiensi unit, penrghitungan kebutuhan pejabat atau pegawai, dan prestasi kerja unit.

3. Menelaah Hasil Olahan Data

Kamu juga bisa menganalisis dan mengaplikasikan hitungan kuantitatif agar dapat menentukan efisiensi atau pengaruh dari beban kerja dan tingkat profuktivitas atau variabel lain yang ingin diketahui.

4. Menetapkan Hasil Analisis Beban Kerja

Proses ini dilakukan dengan cara menetapkan evaluasi dan penilaian yang didasari data yang telah diolah dan ditelaah sebelumnya.

Tujuan Analisis Beban Kerja

Adapun tujuan dari analisis beban kerja sebagai berikut:

  1. Penyempurnaan struktur organisasi
  2. Penilaian prestasi kerja jabatan dan unit
  3. Sebagai bahan penyempurnaan sistem dan prosedur kerja
  4. Sebagai sarana untuk meningkatkan kinerja kelembagaan
  5. Penyusunan daftar karyawan
  6. Penyusunan rencana untuk kebutuhan karyawan dari unit yang berlebihan atau kekurangan

Analisis beban kerja dilakukan untuk memperoleh dan mengetahui besarnya beban kerja yang relatif dari seorang karyawan, unit kerja, jabatan, atau suatu organisasi secara keseluruhan. Hasil dari analisis beban kerja diharapkan dapat meningkatkan kualitas dari karyawan, jam kerja efektif, hasil kerja yang baik dan pengelolaan sumber daya manusia agar lebih efektif.

Cara Menghitung Beban Kerja

Selanjutnya adalah perhitungan beban kerja, perusahaan harus mengetahui jam kerja yang efektif dari setiap karyawannya. Hal ini tertera di Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 175/PMK.01/2016 yag menjelaskan bahwa jam kerja efektif dari setiap harinya adalah 6 jam 25 menit.

Jumlah jam kerja yang efektif diperoleh dengan cara mengurangi waktu yang digunakan untuk kebutuhan karyawan lainnya, seperti waktu ke kamar mandi atau istirahat.

Berikutnya, perusahaan harus menghitung isi kerja karyawan. Caranya adalah perusahaan dapat mengelola data yang diperoleh dari unit pelaksanaan dengan rumus sebagai berikut:

Isi Kerja = Beban Kerja x Waktu

Apabila sudah terhitung isi kerjanya, maka bisa melanjutkan dengan menjumlahkannya agar bisa memperoleh isi kerja jabatan dan juga isi kerja unit dengan satuan OJ (orang jam)

Didapatkan empat waktu kerja yang dapat dinilai efektif, yaitu perhari, perminggu, perbulan, dan pertahun. Perhitungan keempat waktu kerja efektif tersebut adalah:

  • Per hari = 1 hari x 6,416 jam = 385 menit
  • Per minggu = 5 hari x 6,416 jam =32,08 jam = 1.924,8 menit
  • Per bulan = 20 hari x 6,416 jam = 128,32 jam = 7.699,2 menit
  • Per tahun = 240 hari x 6,416 jam = 1.539,84 jam = 92.390,4 menit

Baca juga: Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan

fitur

Pengaruh Beban Kerja Terhadap Kinerja Karyawan

Beban kerja yang terlalu berat adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan stres di kalangan karyawan. Sebagai seorang manajer, penting untuk menyadari dampak negatif dari beban kerja yang berlebihan pada karyawan dan bagaimana cara mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi stres pada pekerjaan.

Beban kerja yang berlebihan dapat berdampak negatif terhadap produktivitas, kesehatan, dan moral dari karyawan. Di dalam sebuah perusahaan, seorang manajer bertanggung jawab untuk merencanakan segala sesuatunya ke depan dan mendistribusikan beban kerja secara merata dan sesuai untuk mengurangi dan menanggulangi stres yang dapat dialami oleh karyawan.

Kesulitan mencari pekerjaan baru dan masalah keuangan dapat memaksa seorang karyawan untuk mengambil beban kerja yang berlebihan dan terlalu berat baginya. Selain itu, beberapa perusahaan juga seringkali mengaitkan jam kerja yang panjang dengan loyalitas dan komitmen terhadap perusahaan. Tidak jarang juga ada manajer yang mengharuskan karyawan untuk bekerja sampai larut malam. Hal tersebut dapat menyebabkan stres dan kelelahan dalam jangka panjang yang mengakibatkan menurunnya produktivitas kerja karyawan.

Baca juga: Apa Itu Produktivitas Kerja Karyawan dan Bagaimana Cara Meningkatkannya?

Karyawan yang stres dapat memiliki efek yang merugikan bagi perusahaan secara keseluruhan, seperti mulai kehilangan motivasi kerja, kesulitan fokus, hingga keterlambatan menyelesaikan pekerjaan. Bahkan, stres terkait pekerjaan dapat memengaruhi kesehatan karyawan, baik secara fisik maupun mental. Fokus yang buruk, kurang tidur, selalu kelelahan, dan gangguan psikosomatik adalah efek samping yang umum terjadi dari stres terkait pekerjaan.

Pengaruh beban kerja terhadap kinerja karyawan tidak boleh diremehkan. Beban kerja yang terlalu berat dan berlebihan dapat menyebabkan stres dan kecemasan bagi karyawan, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kesalahan, kecelakaan, konflik, masalah kesehatan, dan kinerja secara keseluruhan yang buruk, yang mana dapat merugikan perusahaan juga pada akhirnya.

Pengaruh Beban Kerja Terhadap Kesehatan Karyawan

Kecemasan, depresi, dan stres adalah masalah kesehatan mental umum yang sering dialami oleh karyawan dengan beban kerja yang berlebihan. Selain itu, karyawan yang bekerja secara berlebihan lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit jantung, hipertensi, nyeri sendi, penurunan berat badan, dan kelelahan. Beban kerja yang berat juga memengaruhi suasana hati dan perilaku karyawan, menyebabkan fokus yang buruk, motivasi menurun, dan kesulitan berkonsentrasi pada tugas-tugas yang harus dilakukan.

Bekerja di bawah tekanan dan berurusan dengan tenggat waktu yang ketat dapat membuat karyawan lebih mudah sakit. Faktor-faktor ini telah terbukti dapat menggandakan risiko terjadinya depresi dan kecemasan, terutama pada karyawan muda.

Dalam jangka panjang, mereka dapat memicu perilaku destruktif, seperti penyalahgunaan narkoba atau alkohol hingga bunuh diri. Perusahaan harus dapat memastikan agar karyawan dapat tetap sehat, baik secara fisik maupun mental, dengan tidak memberikan beban kerja yang berlebihan.

Baca juga: Memahami Pengertian Budaya Kerja Perusahaan

Pengaruh Beban Kerja Terhadap Moral Karyawan

Pada zaman sekarang, banyak calon karyawan yang mengatakan bahwa work life balance jauh lebih penting daripada gaji. Bahkan, banyak karyawan yang memilih untuk bekerja di perusahaan yang ‘sehat’ dan mendapatkan gaji kecil daripada bekerja di perusahaan yang penuh tekanan walaupun mendapatkan gaji yang besar.

Karyawan tentu saja peduli terhadap pekerjaan mereka, tetapi mereka juga memiliki kehidupan pribadi yang tidak boleh diganggu oleh perusahaan. Setiap karyawan pasti ingin menghabiskan waktu bersama keluarga dan sesekali mengambil jatah cuti untuk menghabiskan waktu untuk dirinya sendiri agar dapat menikmati kehidupan pribadinya. Beban kerja yang berat dapat memengaruhi moral karyawan, yang pada akhirnya dapat merugikan perusahaan.

Moral karyawan akan selalu berada dalam kondisi yang baik jika mereka bisa mendapatkan waktu untuk menjalani dan menikmati kehidupan pribadi masing-masing. Karyawan dengan moral yang baik terbukti dapat bekerja dengan jauh lebih baik daripada karyawan yang selalu stres. Oleh karena itu, perusahaan harus memastikan bahwa karyawan bisa mendapatkan work life balance yang layak mereka dapatkan.

Baca juga: 12 Cara Mudah Menghilangkan Stres Kerja

Bagaimana Cara Mengelola Beban Kerja Karyawan

Mengelola beban kerja karyawan dengan baik dan sesuai dapat menghasilkan tingkat turnover yang lebih rendah, peningkatan kinerja dan produktivitas karyawan, serta meningkatkan pendapatan perusahaan. Tentu saja, adakalanya saat perusahaan perlu meningkatkan beban kerja untuk menyelesaikan sesuatu seefisien dan secepat mungkin, dan itu tidak masalah. Pastikan saja hal tersebut tidak menjadi kebiasaan.

Coba untuk memotong pekerjaan yang tidak berarti dan merampingkan tugas-tugas yang memakan waktu. Sebagai contoh, jika tim perusahaan kesulitan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan karena tidak memiliki tim customer care khusus, pertimbangkan untuk menggunakan jasa dari pihak ketiga atau outsourcing.Selain itu, perusahaan juga dapat mengefisiensikan pekerjaan karyawannya dengan bantuan teknologi, seperti menggunakan StaffAny yang memiliki fitur timesheet kerja harian. Bersama StaffAny, perhitungan lembur, kinerja kerja karyawan, dan anomali di lapangan akan otomatis ditandai untuk membantu perusahaan dalam mengelola data karyawan. Selain itu, ada berbagai jenis timesheet karyawan yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Yuk, gunakan StaffAny sekarang juga!

pengaruh beban kerja terhadap kinerja karyawan, Pengaruh Beban Kerja Terhadap Kinerja Karyawan

StaffAny merupakan perusahaan teknologi yang berfokus pada bidang HR. Kami percaya proses digitalisasi HR untuk beragam kebutuhan industri ritel sangat berperan dalam proses percepatan bisnis dan menjaga kualitas produk.

Like this article?

Share on facebook
Share on Facebook
Share on linkedin
Share on LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Human Capital Development adalah

Apa itu Human Capital Development?

Human capital development adalah salah satu aspek yang sangat penting untuk mengembangkan bisnis. Tanpa adanya human capital development yang baik, perusahaan akan kesulitan untuk melakukan

Read More »

Leave a comment