Insentif Kerja: Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Tips Memberikannya

Share on facebook
Share on linkedin
Share on whatsapp
Table of Contents

Banyak orang tentu sudah familier dengan pengertian insentif. Umumnya, insentif memberikan manfaat yang menguntungkan bagi karyawan dan perusahaan. Namun, apakah kamu sudah tahu bahwa insentif juga bisa berpotensi mendatangkan risiko yang merugikan?

Melalui artikel ini, kamu akan menemukan informasi penting terkait insentif, mulai dari pengertian, jenis, manfaat, risiko hingga tips dalam memberikannya. Jika kamu tertarik untuk mengetahuinya lebih jauh, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Insentif?

Pengertian insentif dalam dunia kerja merupakan kompensasi atau tambahan pemasukan untuk karyawan di luar gaji pokok. Insentif biasanya diberikan oleh perusahaan ketika karyawan berhasil mencapai atau melebihi suatu target tertentu. Insentif yang diberikan tidak selalu dalam bentuk uang, tetapi bisa juga berupa barang, jabatan, atau bahkan pujian.

Baca juga: Mengetahui Pengaruh Insentif Terhadap Kinerja Karyawan

Perbedaan Insentif dan Bonus

Meskipun terlihat mirip, namun ternyata terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara insentif dan bonus. Pemberian bonus pada karyawan umumnya dilakukan saat perusahaan mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari biasanya. Berbeda dengan insentif yang diperoleh karena adanya suatu pencapaian yang dilakukan karyawan.

Kemudian, pemberian insentif biasanya sudah terencana sejak awal dan memiliki ketentuan-ketentuan yang spesifik, sehingga ada upaya yang lebih besar untuk mendapatkannya. Sementara, bonus bisa datang secara tiba-tiba tanpa ada rencana dan komunikasi sebelumnya.

3 Jenis Insentif dan Contohnya

Seperti yang sudah sempat disinggung di atas bahwa insentif bisa diterima selain dalam bentuk uang. Berikut ini adalah beberapa jenis insentif dan contohnya yang perlu kamu ketahui.

1. Insentif Finansial

Jenis insentif ini adalah yang paling umum didapatkan karyawan. Insentif finansial merupakan jenis insentif yang diterima dalam bentuk uang tunai baik secara cash ataupun digital (e-money). Contoh insentif finansial dapat berupa uang lembur, uang makan, uang transportasi, dan uang telekomunikasi.

2. Insentif Non-Finansial

Seperti namanya, jenis insentif ini tidak diterima dalam bentuk uang. Insentif non-finansial dapat diterima dalam bentuk jaminan diri seperti asuransi kesehatan, tunjangan pendidikan, dan dana pensiun. Selain itu, insentif non-finansial juga dapat berupa cuti tambahan, promosi jabatan, atau bahkan biaya liburan bersama keluarga.

Banner Blog

3. Insentif Sosial

Jenis insentif ini sering tidak disadari atau dirasakan secara langsung oleh karyawan. Insentif sosial biasanya berupa lingkungan kerja yang nyaman, hubungan yang baik dengan atasan, atau bisa juga berupa pujian yang disampaikan pada saat pertemuan dengan klien dan rekan kerja.

Baca juga: Mengenal 8 Cara Pengembangan Kompetensi Karyawan

4 Manfaat Memberikan Insentif pada Karyawan

Berikut ini adalah beberapa manfaat memberikan insentif kepada karyawan yang menguntungkan bagi perusahaan.

1. Meningkatkan Kinerja Karyawan

Insentif dapat menjadi motivasi atau penyemangat karyawan dalam bekerja. Karyawan yang memiliki motivasi tinggi biasanya akan all out dalam melakukan pekerjaannya, sehingga dapat membantu memajukan perusahaan secara lebih maksimal.

2. Mempertahankan Karyawan Terbaik

Setiap karyawan yang mendapatkan insentif dari perusahaan tentu akan merasa senang. Keuntungan-keuntungan dari insentif yang diberikan akan membuat karyawan merasa nyaman dan betah dengan perusahaan, sehingga pengajuan resign dapat diminimalisir.

3. Meningkatkan Rasa Hormat Terhadap Atasan

Pemberian insentif pada karyawan juga akan membuat mereka makin respek atau menghargai atasannya. Hal ini dikarenakan karyawan yang diberi insentif akan merasa lebih dihargai. Jadi, sebagai timbal balik, mereka akan lebih menghormati atasannya.

4. Menghemat biaya

Saat turnover atau pengajuan resign rendah, perusahaan tidak perlu sering-sering mengeluarkan biaya untuk melakukan rekrutmen karyawan baru. Artinya, pengeluaran dana anggaran bisa ditekan atau dialihkan untuk keperluan lain seperti pengembangan produk.

Apakah Pemberian Insentif pada Karyawan Memiliki Risiko?

Pemberian insentif pada karyawan ini layaknya pisau bermata dua, karena selain dapat memberikan manfaat yang menguntungkan juga berpotensi mendatangkan risiko yang merugikan perusahaan. Untuk lebih jelasnya, simak ulasannya berikut ini.

1. Membentuk Mental Materialistis

Terlalu sering memberikan insentif kepada karyawan dapat membentuk mental yang materialistis. Artinya, karyawan hanya akan semangat dalam bekerja ketika mendapatkan insentif. Secara tidak langsung, hal ini dapat menurunkan produktivitas karyawan dan menghambat kemajuan perusahaan.

2. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Tidak Sehat

Pemberian insentif yang sulit diukur dapat menciptakan rasa ketidakadilan bagi karyawan. Para karyawan bisa saja melakukan mogok kerja atau menuntut hak lebih kepada perusahaan. Jika ini terjadi, tentu akan membuat lingkungan kerja menjadi tidak sehat, sehingga perusahaan akan sulit dalam mencapai tujuannya.

3. Meningkatkan Pengeluaran Perusahaan

Pemberian insentif tidak selalu dapat berjalan dengan lancar karena adanya pengaruh faktor internal dan eksternal perusahaan. Contohnya adalah saat terjadi kerusakan mesin produksi atau penurunan permintaan pasar. Jika dalam kondisi ini insentif tetap diberikan, maka pengeluaran perusahaan dapat meningkat bahkan mengalami kerugian.

Baca juga: Mengenal Definisi dan Tujuan Komunikasi Bisnis

3 Tips Memberikan Insentif pada Karyawan

Supaya pemberian insentif kepada karyawan dapat berjalan dengan lancar dan risikonya dapat dihindari, kamu bisa mengikuti beberapa tips di bawah ini.

1. Siapkan Anggaran Khusus

Perusahaan perlu menyiapkan anggaran khusus setiap bulannya agar pemberian insentif kepada karyawan tetap berjalan dengan lancar. Anggaran khusus ini dapat menjadi dana cadangan apabila pendapatan perusahaan sedang menurun.

2. Tetapkan SOP yang Jelas

Penetapan SOP (Standard Operating Procedure) dalam memberikan insentif kepada karyawan juga harus dibuat dengan detail dan jelas. Hal ini perlu dilakukan agar insentif yang diterima setiap karyawan dapat didistribusikan secara adil.

3. Gunakan Fitur Tambahan

Kamu bisa menggunakan fitur Smart Timesheet dari StaffAny untuk membantu dalam pemberian insentif kepada karyawan. Fitur ini dapat memastikan data timesheet harian kerja seperti waktu lembur, jam kerja, dan absen setiap karyawan dengan akurat, sehingga perusahaan jadi lebih mudah dalam memberikan insentif. Jika kamu tertarik dengan fitur ini, bisa langsung menghubungi StaffAny sekarang juga.

Itu dia penjelasan lengkap mengenai pengertian insentif, jenis, dan manfaat, hingga tips memberikannya. Semoga penjelasan di atas dapat dipahami dengan mudah. Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman dan keluarga kamu, ya!

pengertian insentif, Insentif Kerja: Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Tips Memberikannya

StaffAny merupakan perusahaan teknologi yang berfokus pada bidang HR. Kami percaya proses digitalisasi HR untuk beragam kebutuhan industri ritel sangat berperan dalam proses percepatan bisnis dan menjaga kualitas produk.

Like this article?

Share on facebook
Share on Facebook
Share on linkedin
Share on LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a comment