Insentif Kerja: Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Tips Memberikannya

Share on facebook
Share on linkedin
Share on whatsapp
Table of Contents

Banyak orang tentu sudah familier dengan pengertian insentif. Umumnya, insentif memberikan manfaat yang menguntungkan bagi karyawan dan perusahaan. Namun, apakah kamu sudah tahu bahwa insentif juga bisa berpotensi mendatangkan risiko yang merugikan?

Melalui artikel ini, kamu akan menemukan informasi penting terkait insentif, mulai dari pengertian, jenis, manfaat, risiko hingga tips dalam memberikannya. Jika kamu tertarik untuk mengetahuinya lebih jauh, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Insentif?

apa itu insentif

Pengertian insentif dalam dunia kerja merupakan kompensasi atau tambahan pemasukan untuk karyawan di luar gaji pokok. Insentif biasanya diberikan oleh perusahaan ketika karyawan berhasil mencapai atau melebihi suatu target tertentu. Insentif yang diberikan tidak selalu dalam bentuk uang, tetapi bisa juga berupa barang, jabatan, atau bahkan pujian.

Baca juga: Mengetahui Pengaruh Insentif Terhadap Kinerja Karyawan

Pengertian Insentif Menurut Para Ahli

Dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia: Teori dan Kasus, menyatakan pendapat tentang istilah insentif, berikut adalah penjelasan menurut beberapa ahli.

1. Hasibuan

Menurut Hasibuan, insentif adalah tambahan atas balas jasa yang diberikan kepada karyawan tertentu yang mempunyai prestasi di atas prestasi standar dari karyawan lain. Insentif merupakan alat yag digunakan oleh perusahaan untuk mendukung prinsip adul dalam pemberian kompensasi.

2. Heidjrachman

Heidjrachman berpendapat bahwa insentif adalah tindakan yang memiliki tujuan utnuk memberikan upah yang berbeda yang dikarenakan prestasi kerja yang berbeda.

3. Andrew F. Sikula

Menurut Andrew F. Sikula, insentif adalah suatu hal yang mempunyai kemampuan untuk mendorong atau merangsang suatu kegiatan. Menurutnya, insentif merupakan motif dan imbalan yang dibentik untuk memperbaiki produksi.

4. Pangabean

Pangabean mendefinisikan insentif sebagai imbalan langsung yang diberikan kepada karyawan yang memiliki prestasi melebihi standar yang ditentukan dengan asumsi, bahwa uang yang diberikan akan mendorong kinerja seorang karyawan menjadi lebih baik lagi. Oleh karena itu, mereka yang bekerja dengan produktif akan lebih menyukai gajinya yang dibayar sesuai dengan hasil kerja.

5. Samsudin

Samsudin berpendapat bahwa insentif merupakan pemberian upah yang berbeda dan bukan karena evaluasi jabatan dari seorang karyawan, namun kaena adanya perbedaan dalam prestasi kerja.

6. Simamora

Simamora berpendapat bahwa insentif merupakan program yang ada kaitannya dengan bayaran dan produktivitas kerja dari seorang karyawan.

7. Gorda

Menurut Gorda, insentif merupakan suatu sarana untuk memberikan motivasi kepada karyawan berupa sebuah materi untuk mendorong para pekerja agar meningkatkan produktivitas kerja mereka dalam organisasi.

Perbedaan Insentif dan Bonus

Meskipun terlihat mirip, namun ternyata terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara insentif dan bonus. Pemberian bonus pada karyawan umumnya dilakukan saat perusahaan mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari biasanya. Berbeda dengan insentif yang diperoleh karena adanya suatu pencapaian yang dilakukan karyawan.

Kemudian, pemberian insentif biasanya sudah terencana sejak awal dan memiliki ketentuan-ketentuan yang spesifik, sehingga ada upaya yang lebih besar untuk mendapatkannya. Sementara, bonus bisa datang secara tiba-tiba tanpa ada rencana dan komunikasi sebelumnya.

Baca juga: Pengaruh Beban Kerja Terhadap Kinerja Karyawan

3 Jenis Insentif dan Contohnya

jenis insentif

Seperti yang sudah sempat disinggung di atas bahwa insentif bisa diterima selain dalam bentuk uang. Berikut ini adalah beberapa jenis insentif dan contohnya yang perlu kamu ketahui.

1. Insentif Individu

Insentif ini merupakan bentuk insentif pertama yang diberikan kepada karyawan sebagai penghargaan dari perusahaan atas kinerja dan produktivitas yang telah mereka lakukan. Kelebihan dari insentif ini adalah sebagai tambahan pendapatan karyawan, tujuan pemberian insentif ini untuk meningkatkan motivasi karyawan agar mereka bekerja dengan lebih baik.

Akan tetapi, insentif individu berpontensi untuk membuat karaywan menjadi egois, hal ini dikarenakan karyawan akan terlalu fokus dengan diri sendiri dalam mencapai targetnya dan terkadang menekan kinerja karyawan lainnya yang diangga sebagai kompetitor.

2. Insentif Tim

Bentuk dari insentif kedua adalah insentif tim, insentif ini diberikan oleh perusahaan kepada sebuah tim yang telah mencapai target pada waktu yang telah ditentukan. Kelebihan dari insentif tim adalah dapat memberikan motivasi kepada karyawan untuk bekerja sama dalam sebuah tim. Sedangkan, kelemahan dari insentif tim adalah membuat tim dapat bersikap kompetitif terhadap tim lain demi mendapatkan insentif.

3. Insentif Organisasi

Bentuk ketiga adalah insentif organisasi yang diberikan oleh perusahaan kepada perusahaan atas kinerja yang telah melampaui target yang telah direncanakan. Insentif organisasi mengasumsikan bahwa semua karyawan bekerja sama dengan giat dalam mencapai tujuan jangka pendek, yaitu mencapai suatu target.

manfaat insentif atau kelebihan dari insentif organisasi adalah membuat seluruh anggota organisasi menerima dengan adil, sebab tidak muncul suasana kompetitif dalam organisasi, karena telah terjadi kerja sama yang baik di dalamnya.

Akan tetapi, kelemahan dari insentif organsiasi adalah beberapa karyawan dapat menjadi tidak semagat bekerja karena insentif akan tetap diberikan pada setiap individu secara menyeluruh dan tidak bergantung pada kinerja individu.

Baca juga: 9 Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan

3 Jenis Insentif dan Contohnya

Seperti yang sudah sempat disinggung di atas bahwa insentif bisa diterima selain dalam bentuk uang. Berikut ini adalah beberapa jenis insentif dan contohnya yang perlu kamu ketahui.

1. Insentif Finansial

Jenis insentif ini adalah yang paling umum didapatkan karyawan. Insentif finansial merupakan jenis insentif yang diterima dalam bentuk uang tunai baik secara cash ataupun digital (e-money). Contoh insentif finansial dapat berupa uang lembur, uang makan, uang transportasi, dan uang telekomunikasi.

2. Insentif Non-Finansial

Seperti namanya, jenis insentif ini tidak diterima dalam bentuk uang. Insentif non-finansial dapat diterima dalam bentuk jaminan diri seperti asuransi kesehatan, tunjangan pendidikan, dan dana pensiun. Selain itu, insentif non-finansial juga dapat berupa cuti tambahan, promosi jabatan, atau bahkan biaya liburan bersama keluarga.

Banner Blog

3. Insentif Sosial

Jenis insentif ini sering tidak disadari atau dirasakan secara langsung oleh karyawan. Insentif sosial biasanya berupa lingkungan kerja yang nyaman, hubungan yang baik dengan atasan, atau bisa juga berupa pujian yang disampaikan pada saat pertemuan dengan klien dan rekan kerja.

Baca juga: Mengenal 8 Cara Pengembangan Kompetensi Karyawan

Alasan Memberikan Insentif Pada Karyawan

Umumnya pemberian insentif dilakukan untuk memperlihatkan dasar dan tidak asal saja. Berikut adalah dasar yang digunakan perusahan untuk memberikan insentif pada karyawan, baik tim maupun organisasi.

1. Kinerja

Dasar pertama dari pemberian insentif adalah kinerja seorang karyawan. Umumnya, karayawan yang mempunyai prestasi kerja akan menunjukan bahwa ia memiliki kinerja di atas rata-rata, karyawan seperti itu akan mendapatkan insentif khusus dari perusahaan.

2. Waktu Kerja Karyawan

Dasar kedua dari pemberian insentif adalah waktu kerja yang diberikan perusaan sesuai dengan waktu kerja mereka dalam menyelesaikan pekerjaannya, Contohnya adalah seorang karyawan dapat menyelesaikan proyek lebih cepat dan baik atau bekerja lembur, maka karuawan tersebut akan diberikan insentif.

3. Senioritas Karyawan

Dasar ketiga dari pemberian insentif adalah masa kerja seseorang di sebuah organisasi. Jika seorang karyawan bekerja dalam waktu cukup lama di sebuah perusahaan, dia layak untuk mendapatkan insentif yang lebih besar dibandingkan karyawan yang baru bekerja di perusahaan tersebut.

4. Kebutuhan Karyawan

Pemberian insentif bagi seorang karyawan didasarkan pada tingkat urgensi akan kualitas hidup yang lebih baik dari seorang karyawan.

5. Keadilan dan Kelayakan

Pemberian insentif ini diberikan sesuai dengan pengorbanan kerja yang dilakukan oleh seorang karyawan.

6. Evaluasi Jabatan Karyawan

Tingkat jabatan dari seorang karyawan, dapat menjadi satu faktor atau dalam pemberian insentif.

Baca juga: Mengenal Employee Engagement: Hal Penting yang Harus Dijaga Perusahaan

4 Manfaat Memberikan Insentif pada Karyawan

manfaat memberikan insentif

Berikut ini adalah beberapa manfaat memberikan insentif kepada karyawan yang menguntungkan bagi perusahaan.

1. Meningkatkan Kinerja Karyawan

Insentif dapat menjadi motivasi atau penyemangat karyawan dalam bekerja. Karyawan yang memiliki motivasi tinggi biasanya akan all out dalam melakukan pekerjaannya, sehingga dapat membantu memajukan perusahaan secara lebih maksimal.

2. Mempertahankan Karyawan Terbaik

Setiap karyawan yang mendapatkan insentif dari perusahaan tentu akan merasa senang. Keuntungan-keuntungan dari insentif yang diberikan akan membuat karyawan merasa nyaman dan betah dengan perusahaan, sehingga pengajuan resign dapat diminimalisir.

3. Meningkatkan Rasa Hormat Terhadap Atasan

Pemberian insentif pada karyawan juga akan membuat mereka makin respek atau menghargai atasannya. Hal ini dikarenakan karyawan yang diberi insentif akan merasa lebih dihargai. Jadi, sebagai timbal balik, mereka akan lebih menghormati atasannya.

4. Menghemat biaya

Saat turnover atau pengajuan resign rendah, perusahaan tidak perlu sering-sering mengeluarkan biaya untuk melakukan rekrutmen karyawan baru. Artinya, pengeluaran dana anggaran bisa ditekan atau dialihkan untuk keperluan lain seperti pengembangan produk.

Baca juga: Pengertian Loyalitas Karyawan dan Pentingnya Bagi Perusahaan

Apakah Pemberian Insentif pada Karyawan Memiliki Risiko?

Pemberian insentif pada karyawan ini layaknya pisau bermata dua, karena selain dapat memberikan manfaat yang menguntungkan juga berpotensi mendatangkan risiko yang merugikan perusahaan. Untuk lebih jelasnya, simak ulasannya berikut ini.

1. Membentuk Mental Materialistis

Terlalu sering memberikan insentif kepada karyawan dapat membentuk mental yang materialistis. Artinya, karyawan hanya akan semangat dalam bekerja ketika mendapatkan insentif. Secara tidak langsung, hal ini dapat menurunkan produktivitas karyawan dan menghambat kemajuan perusahaan.

2. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Tidak Sehat

Pemberian insentif yang sulit diukur dapat menciptakan rasa ketidakadilan bagi karyawan. Para karyawan bisa saja melakukan mogok kerja atau menuntut hak lebih kepada perusahaan. Jika ini terjadi, tentu akan membuat lingkungan kerja menjadi tidak sehat, sehingga perusahaan akan sulit dalam mencapai tujuannya.

3. Meningkatkan Pengeluaran Perusahaan

Pemberian insentif tidak selalu dapat berjalan dengan lancar karena adanya pengaruh faktor internal dan eksternal perusahaan. Contohnya adalah saat terjadi kerusakan mesin produksi atau penurunan permintaan pasar. Jika dalam kondisi ini insentif tetap diberikan, maka pengeluaran perusahaan dapat meningkat bahkan mengalami kerugian.

Baca juga: Mengenal Definisi dan Tujuan Komunikasi Bisnis

3 Tips Memberikan Insentif pada Karyawan

Supaya pemberian insentif kepada karyawan dapat berjalan dengan lancar dan risikonya dapat dihindari, kamu bisa mengikuti beberapa tips di bawah ini.

1. Siapkan Anggaran Khusus

Perusahaan perlu menyiapkan anggaran khusus setiap bulannya agar pemberian insentif kepada karyawan tetap berjalan dengan lancar. Anggaran khusus ini dapat menjadi dana cadangan apabila pendapatan perusahaan sedang menurun.

2. Tetapkan SOP yang Jelas

Penetapan SOP (Standard Operating Procedure) dalam memberikan insentif kepada karyawan juga harus dibuat dengan detail dan jelas. Hal ini perlu dilakukan agar insentif yang diterima setiap karyawan dapat didistribusikan secara adil.

Baca juga: Apa Itu Produktivitas Kerja Karyawan dan Bagaimana Cara Meningkatkannya?

3. Gunakan Fitur Tambahan

Kamu bisa menggunakan fitur Smart Timesheet dari StaffAny untuk membantu dalam pemberian insentif kepada karyawan. Fitur ini dapat memastikan data timesheet harian kerja seperti waktu lembur, jam kerja, dan absen setiap karyawan dengan akurat, sehingga perusahaan jadi lebih mudah dalam memberikan insentif. Jika kamu tertarik dengan fitur ini, bisa langsung menghubungi StaffAny sekarang juga.

Itu dia penjelasan lengkap mengenai pengertian insentif, jenis, dan manfaat, hingga tips memberikannya. Semoga penjelasan di atas dapat dipahami dengan mudah. Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman dan keluarga kamu, ya!

pengertian insentif, Insentif Kerja: Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Tips Memberikannya

StaffAny merupakan perusahaan teknologi yang berfokus pada bidang HR. Kami percaya proses digitalisasi HR untuk beragam kebutuhan industri ritel sangat berperan dalam proses percepatan bisnis dan menjaga kualitas produk.

Like this article?

Share on facebook
Share on Facebook
Share on linkedin
Share on LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Human Capital Development adalah

Apa itu Human Capital Development?

Human capital development adalah salah satu aspek yang sangat penting untuk mengembangkan bisnis. Tanpa adanya human capital development yang baik, perusahaan akan kesulitan untuk melakukan

Read More »

Leave a comment