10 Masalah UMKM dan Solusinya

Share on facebook
Share on linkedin
Share on whatsapp
Table of Contents

Ada begitu banyak permasalahan UMKM yang sering ditemui oleh para pebisnis. Apakah kamu termasuk ke dalam pelaku UMKM? Jika iya, maka kamu perlu memahami permasalahan apa saja yang akan sering dihadapi oleh setiap pelaku usaha mikro kecil dan menengah.

Menjalankan sebuah bisnis memang tidaklah mudah, terutama bila kamu baru mulai merintis bisnis kecilmu sendiri. Untuk itu, melalui artikel ini, kamu akan mendapatkan informasi penting seputar berbagai permasalahan UMKM yang akan sering dijumpai di kemudian hari.

Tentu saja, kamu juga akan mempelajari solusi atas setiap permasalahan yang ada. Langsung saja simak pembahasan lengkapnya di bawah ini.

Perkembangan UMKM di Indonesia

perkembangan umkm

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mulai berkembang sejak beberapa tahun terakhir ini. Banyak orang yang mulai beralih dari bekerja di bawah perusahaan seseorang menjadi bos dari bisnis yang mereka jalankan sendiri.

Perkembangan UMKM ini semakin meningkat khususnya sejak wabah pandemi COVID-19 muncul. Tingginya angka PHK yang diakibatkan oleh situasi tersebut membuat sebagian besar masyarakat Indonesia kehilangan pekerjaan dan akhirnya mencoba peruntungan mereka dengan menjadi pelaku usaha kecil dan menengah.

Munculnya berbagai bisnis UMKM di berbagai sektor mulai dari FnB, fesyen, hingga transportasi justru membantu menguatkan perekonomian negara.

Meski demikian, tidak mudah bagi para pebisnis UMKM dalam menjalankan bisnis yang mereka miliki di tengah situasi perekonomian yang tidak stabil serta berbagai permasalahan lainnya yang dapat mengancam kestabilan bisnis.

Banner Aplikasi dan Software untuk Manajemen Karyawan StaffAny

10 Permasalahan UMKM dan Solusinya

Berikut ini, setidaknya ada 8 permasalahan UMKM yang umum terjadi dan juga solusinya yang penting untuk kamu ketahui.

1. Perlu Memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

Banyak pengusaha UMKM yang masih kurang memahami bahwa setiap kegiatan usaha apa pun yang berjalan di negara Indonesia membutuhkan SIUP.

Jika kamu tidak memiliki SIUP, akan ada banyak kendala yang dialami seperti sulitnya proses pengajuan modal usaha hingga pembayaran pajak kepada negara.

Baca Juga: Cara Membuat Slip Gaji Dengan Rapi

2. Modal Usaha yang Minim 

Hampir sebagian besar pebisnis UMKM pernah menghadapi masalah di mana modal usaha yang mereka miliki sangat minim untuk mengembangkan usaha.

Akan tetapi, kamu tidak perlu khawatir karena saat ini ada begitu banyak platform yang dapat membantu para pebisnis UMKM untuk mendapatkan suntikan modal usaha. Contohnya:

  1. Kamu bisa memperoleh pinjaman modal usaha dari sistem penggalangan dana (crowdfunding) yang dihadirkan oleh teknologi finansial (fintech).
  2. Kamu juga bisa mendaftarkan UMKM kepada pemerintah agar memperoleh bantuan langsung tunai (BLT) untuk UMKM yang berasal dari Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian Sosial.

3. Tidak Memiliki Pengetahuan yang Luas Mengenai Bisnis

Tidak Memiliki Pengetahuan yang Luas Mengenai Bisnis

Sebagai seorang pebisnis UMKM, kamu perlu memiliki pengetahuan yang luas mengenai bisnis dan bagaimana cara mengembangkannya. Untuk dapat memperluas wawasan mengenai bisnis, kamu dapat mempelajari bagaimana kompetitor menjalankan bisnis mereka.

Carilah informasi yang selengkapnya dan carilah suatu hal yang dapat kamu kembangkan menjadi konsep bisnis yang baru dan menguntungkan.

Baca Juga: Perbedaan UMR dan UMK, Sudah Tahu?

4. Kurang Memanfaatkan Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Penjualan

Pemasaran digital menjadi sarana promosi yang dapat membantu kamu untuk meningkatkan penjualan. Banyak pebisnis UMKM yang masih jarang memanfaatkan pemasaran digital sehingga pada akhirnya bisnis tersebut menjadi kurang terekspos ke masyarakat luas. Oleh karena itu, promosikan bisnis kamu melalui digital dengan strategi pemasaran yang unik serta menarik.

5. Belum Tahu Cara Mengembangkan Bisnis

Hanya karena kamu seorang pelaku UMKM tidak menutup kesempatanmu untuk mengembangkan bisnismu. Sayangnya, kebanyakan pelaku UMKM di Indonesia masih belum menyadari pentingnya membuat strategi pengembangan bisnis.

Bila kamu berniat mengembangkan bisnismu, rajin-rajinlah melakukan berbagai hal ini:

  1. Riset pasar
  2. Riset kompetitor
  3. Riset target pasar
  4. Berinovasi dan mengembangkan produk/jasa baru
  5. Mengembangkan ilmu mengenai dunia bisnis
  6. Mengevaluasi kinerja bisnis
  7. Menyesuaikan strategi bisnis dan pemasaran seiring perkembangan industri

6. Tidak Melakukan Branding

Meskipun branding identik dengan perusahaan-perusahaan besar, bukan berarti bisnis kecil tidak membutuhkan branding yang baik. Justru sebaliknya, pada pasar yang padat dengan kompetisi bisnis, sebuah UMKM justru akan semakin berhasil dengan identitas branding yang unik dan menarik.

Jadi, sejak awal, tentukanlah image atau citra yang ingin ditampilkan oleh usaha dan produkmu. Kemudian, kembangkanlah citra tersebut dengan berbagai strategi branding seperti:

  1. Membuat logo, nama usaha, dan tagline yang unik
  2. Membuat website sendiri sebagai media branding
  3. Menggunakan media sosial sebagai platform untuk mengukuhkan citra bisnis
  4. Berfokus dalam meningkatkan dan menjaga kualitas produk yang ditawarkan
  5. Meningkatkan pelayanan kepada konsumen

7. Komunikasi Bisnis yang Kurang Efektif

Komunikasi bisnis yang kurang efektif juga merupakan salah satu permasalahan UMKM di Indonesia. Karena kurangnya pengalaman, pelaku UMKM seringkali sulit berkomunikasi dengan pelanggan, karyawan, dan stakeholder lainnya dengan efektif. Hal ini tentunya berpengaruh besar pada banyak hal, dimulai dari efisiensi manajemen operasional bisnis hingga kemampuan menjaga loyalitas pelanggan.

Solusi untuk masalah ini sebenarnya cukup mudah, tetapi dalam praktis, pelaku UMKM mungkin menghadapi kesulitan menerapkannya. Salah satu solusi masalah ini adalah dengan menggunakan teknologi yang tersedia. Contohnya, menggunakan media sosial untuk meningkatkan efisiensi komunikasi bisnis dengan konsumen ataupun menggunakan aplikasi absensi untuk mengkomunikasikan informasi shift kepada karyawan.

8. Pembukuan Secara Manual

Proses pembukuan manual dapat menjadi kendala dalam bisnis UMKM Anda. Di zaman yang sudah digital ini sebaiknya proses pembukuan harus beralih dari manual ke otomatis. Jika pada proses pembukuan manual mengalami kerusakan, kehilangan, atau kesalahan akan mengakibatkan kehilangan data dan sistem penjualan akan tertunda.

Proses pembukuan adalah proses yang sangat penting dalam perkembangan strategi bisnis terbaru dan merupakan salah satu syarat wajib yang diperlukan untuk melakukan peminjaman modal. Solusinya adalah dengan beralih ke proses pembukuan secara otomatis dengan menggunakan aplikasi atau sistem pembayaran online yang sudah terintegrasi.

9. Kurangnya Inovasi Produk

Kurangnya inovasi produk juga dapat menjadi kendala dalam bisnis UMKM Anda. Setiap harinya konsumen akan mencari produk-produk yang berbeda dari segi jasa, harga, dan pelayanan. Jika konsumen melihat produk yang sama pada setiap harinya, maka konsumen akan melihat kompetitor Anda sehingga bisnis yang sedang dijalankan oleh Anda akan mengalami masalah keuangan dan penjualan setiap bulannya.

Solusinya adalah Anda membarui dan mengetahui produk-produk Anda yang diminati oleh konsumen Anda dan mengikuti tren pasar.

Baca juga: Memahami Pengertian dan Tujuan Utama Lean Startup

10. Sulitnya Mencatat Daftar Absensi Karyawan Secara Manual

Sulitnya Mencatat Daftar Absensi Karyawan Secara Manual

Kamu tentu tidak sendiri dalam menjalankan bisnis saat ini. Ada banyak karyawan yang terlibat dan kamu perlu memantau kinerja mereka. Salah satu cara untuk memantau kinerja karyawan adalah dengan menggunakan sistem absensi.

Sayangnya, sistem absensi yang digunakan oleh para pebisnis UMKM saat ini masih menggunakan cara manual yang tentu dapat mengurangi tingkat efektivitas dalam mengolah data. Sebagai solusinya, kamu bisa beralih dengan menggunakan aplikasi absensi online.

Saatnya Menggunakan Aplikasi Absensi Online

Aplikasi absensi online mulai diintegrasikan di sejumlah perusahaan besar. Tentu saja, pebisnis UMKM pun juga dapat menggunakannya karena aplikasi ini dapat diunduh secara gratis melalui berbagai macam perangkat. Lalu, apa saja keuntungan menggunakan aplikasi absensi online untuk bisnis kamu?

Manfaat Menggunakan Daftar Absensi Online

Penggunaan aplikasi absensi online dapat membantu kamu dalam memantau kinerja karyawan secara real time. Seluruh data absensi yang masuk akan tersimpan di dalam database cloud dan diolah secara otomatis. Hal ini dapat membantu meningkatkan produktivitas kegiatan operasional di dalam perusahaan kamu.

Baca juga: Inilah Struktur Organisasi F&B Service Beserta Tugas Masing-Masing

StaffAny: Aplikasi Absensi Online Terbaik

Jadi, itulah kelima permasalahan di dalam UMKM yang mungkin akan kamu jumpai di kemudian hari. Informasi di atas dapat menjadi pegangan bagi kamu apabila sewaktu-waktu harus menghadapi salah satu masalah dari pembahasan di atas.

Supaya bisnis UMKM yang dijalankan saat ini dapat berjalan dengan baik dan sukses, kamu perlu terus mengembangkan ide kreatif dan inovatif yang dapat menarik perhatian masyarakat luas.

Selain itu, sebagai tahapan pertama untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas operasional perusahaan, kamu dapat beralih untuk menggunakan aplikasi absensi online StaffAny.

Aplikasi absensi online tidak hanya dapat digunakan oleh perusahaan besar saja, namun bisnis UMKM pun juga dapat menggunakannya.

Aplikasi StaffAny dapat membantu kamu untuk meningkatkan nilai disiplin karyawan yang tentu sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kegiatan operasional perusahaan.

Keunggulan StaffAny

Mengapa kamu harus menggunakan aplikasi absensi online StaffAny?

Alasan pertama adalah karena aplikasi ini gratis. Kamu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menggunakan aplikasi StaffAny.

Alasan lainnya untuk menggunakan aplikasi StaffAny karena fitur-fitur yang kami tawarkan sangat lengkap. Fitur-fitur tersebut dapat membantu kamu dalam mengolah data absensi karyawan dengan baik. Data-data tersebut bahkan akan ter-update secara real time dan hal ini tentu akan sangat menguntungkan bagi kamu untuk dapat melakukan evaluasi kinerja karyawan dalam waktu yang singkat.

Fitur StaffAny

  1. Aplikasi absensi StaffAny menyediakan fitur absensi online yang sudah terintegrasi dengan GPS untuk memudahkan kamu dalam memantau posisi karyawan.
  2. Karyawan juga dapat mengajukan izin serta cuti langsung melalui aplikasi StaffAny. Hal ini tidak hanya memberi kemudahan kepada karyawan saja, namun juga tim HRD kamu.
  3. Ada juga fitur tambahan lainnya seperti reimburse serta fitur-fitur yang berhubungan dengan pengajuan kas perusahaan. Kamu akan mendapatkan data laporan lengkap secara real time ketika ada karyawan yang ingin mengajukan reimburse saat itu juga.

Dnegan fitur-fitur ini, karyawan pun tidak perlu melalui berbagai proses yang berbelit dan mengurangi tingkat produktivitas di perusahaan.

Apakah kamu tertarik untuk menggunakan aplikasi StaffAny? Unduh langsung StaffAny yang merupakan aplikasi pengatur jadwal gratis untuk mengelola bisnis UMKM kamu agar menjadi lebih baik dan produktif lagi.

permasalahan umkm, 10 Masalah UMKM dan Solusinya

StaffAny merupakan perusahaan teknologi yang berfokus pada bidang HR. Kami percaya proses digitalisasi HR untuk beragam kebutuhan industri ritel sangat berperan dalam proses percepatan bisnis dan menjaga kualitas produk.

Like this article?

Share on facebook
Share on Facebook
Share on linkedin
Share on LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Human Capital Development adalah

Apa itu Human Capital Development?

Human capital development adalah salah satu aspek yang sangat penting untuk mengembangkan bisnis. Tanpa adanya human capital development yang baik, perusahaan akan kesulitan untuk melakukan

Read More »

Leave a comment